RADAR MALANG - Ketegangan di Suriah semakin meningkat setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad, di mana Israel melancarkan serangan udara yang intensif terhadap wilayah Suriah.
Duta Besar Suriah untuk PBB, Qusay Al Dahhak, mengonfirmasi bahwa pemerintah Suriah telah mengirim surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dan Dewan Keamanan PBB untuk mengecam serangan Israel yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara mereka.
Baca Juga: Penyusupan Tentara Israel ke Suriah, Iran Tegaskan Pelanggaran Kedaulatan
Dalam surat tersebut, Al Dahhak menekankan bahwa serangan Israel tidak hanya menargetkan fasilitas militer, tetapi juga mengancam warga sipil.
Ia mendesak PBB untuk mengambil tindakan tegas guna menghentikan agresi ini dan menjaga perdamaian serta keamanan internasional.
Di dalam suratnya juga ia meminta PBB untuk memikul tanggung jawabnya dalam menghentikan serangan Israel terhadap Suriah.
Baca Juga: Rayakan Kemenangan dengan gulingkan Presiden Assad, Pemberontak Suriah Berhasil Kuasai Hom
Serangan Israel yang dimulai pada 8 Desember 2024, telah menargetkan lebih dari 250 lokasi di seluruh Suriah, termasuk daerah-daerah strategis di dekat Dataran Tinggi Golan.
Tindakan ini mendapatkan kecaman luas dari negara-negara Arab seperti Qatar, Arab Saudi, dan Mesir, yang menyebutnya sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.
Dewan Keamanan PBB kini sedang mempertimbangkan situasi ini dan kemungkinan menyusun pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru di Suriah.
Dengan meningkatnya ketidakstabilan, dunia internasional menantikan langkah-langkah selanjutnya dalam menghadapi krisis ini. (rie)
Editor : Aditya Novrian