RADAR MALANG - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memberikan penjelasan terkait insiden walk out sejumlah delegasi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Kairo, Mesir, saat Prabowo menyampaikan pidatonya.
Beberapa delegasi, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, terlihat meninggalkan ruangan saat Prabowo berbicara tentang isu-isu penting seperti Palestina dan Suriah.
Dalam pidatonya, Prabowo mengutuk pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel dan menekankan pentingnya dukungan terhadap Palestina.
"Kita selalu bilang, kita mendukung Palestina, tetapi jika kita lemah, bagaimana bisa kita mendukung Palestina?" ujarnya.
Selain itu, ia mengajak negara-negara D-8 untuk fokus pada kerja sama di sektor ekonomi biru yang memiliki potensi besar.
Baca Juga: Prabowo Tekankan Komitmen Indonesia Siap Sediakan Pasukan Perdamaian di Palestina kepada Sekjen PBB
Menanggapi walk out tersebut, Juru Bicara Kemlu Roy Soemirat menjelaskan bahwa dalam forum internasional adalah hal yang biasa bagi delegasi untuk keluar atau masuk ruangan sesuai kebutuhan.
"Sesuai kebiasaan yang berlaku di forum internasional, masing-masing delegasi memiliki hak untuk menentukan kapan ketua delegasinya akan duduk di kursi delegasi atau meninggalkan ruangan," ungkap Roy.
Ia juga menambahkan bahwa para delegasi sering kali terlibat dalam pertemuan paralel selama acara berlangsung.
Baca Juga: Permukiman Ilegal Israel di Palestina Dikecam Dewan Keamanan PBB
Roy menyebutkan bahwa meskipun beberapa delegasi memilih untuk pergi, hal ini tidak mencerminkan ketidakpuasan terhadap pidato Prabowo.
"Sifat keluar masuk ruangan meeting adalah hal yang lumrah untuk meeting internasional," jelasnya.
Ia memastikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Turki tetap baik, dengan Prabowo dan Erdogan sempat melakukan pertemuan bilateral dalam suasana bersahabat setelah KTT. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian