Radar Malang – Paul McCartney, Musisi legendaris mantan anggota The Beatles, baru-baru ini mengungkapkan kekhawatirannya.
McCartney membahas dampak perubahan undang-undang hak cipta di Inggris terhadap para seniman.
Dalam wawancara dengan BBC yang disiarkan pada Minggu (26/1), McCartney menegaskan bahwa usulan perubahan tersebut memiliki dampak berbahaya.
Baca Juga: 5 Musisi Malang yang Melejit Mencuri Perhatian Dunia Musik
Ia khawatir perusahaan teknologi dapat menggunakan karya kreator tanpa izin yang perlahan akan merugikan banyak musisi.
Saat ini pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.
Kebijakan ini memungkinkan perusahaan AI melatih model mereka menggunakan karya seni yang ada, namun dengan syarat pencipta secara aktif menolak.
Baca Juga: AI: Teman atau Musuh di Masa Depan?
“Usulan tersebut bisa merampok seniman dan menyebabkan hilangnya kreativitas,” tegas McCartney.
Ia menekankan pentingnya perlindungan hak cipta yang kuat untuk memastikan bahwa para pencipta mendapatkan pengakuan atas karyanya.
Meski Ia tidak sepenuhnya menolak penggunaan AI dalam musik, ia tetap khawatir pada potensi penyalahgunaan karya seni oleh perusahaan teknologi.
Baca Juga: Karya Seniman Malang Jadi Langganan Clothing Brand di Amerika Serikat
“Uang dari karya mereka mengalir entah kemana,” tambahnya dengan nada serius.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda yang menciptakan lagu-lagu indah bisa kehilangan kendali atas karya mereka jika undang-undang ini disahkan.
“Siapa pun bisa mengambil karya itu dengan mudah,” tegasnya.
Dengan pernyataan ini, ia berharap pemerintah Inggris dapat lebih serius dalam melindungi hak-hak seniman di era digital ini. (Tiw)
Editor : Aditya Novrian