RADAR MALANG – Presiden Donald Trump mengeluarkan kebijakan baru yang menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi Amerika Serikat.
Pengumuman ini disampaikan pada Sabtu (1/3/2025), hal ini merupakan perubahan besar dalam aturan kebahasaan di negara tersebut.
Trump menjelaskan bahwa bahasa Inggris seharusnya telah menjadi bahasa nasional Amerika Serikat (AS) sejak dulu, sehingga penetapan bahasa ini seharusnya telah dilakukan sejak lama.
Baca Juga: Donald Trump Resmi Dilantik, Berikut Janji-Janji Kontroversialnya
“Berbahasa Inggris tak hanya membuka peluang baru secara ekonomi, namun juga membantu pendatang baru menjadi hubungan dengan komunitasnya, berpartisipasi dalam tradisi nasional, dan berkontribusi bagi masyarakat,” jelas Donald Trump.
Perintah eksekutif ini mencabut kebijakan yang digagas oleh Presiden Bill Clinton 25 tahun silam, yang mewajibkan instansi pemerintah dan organisasi yang menerima pendanaan federal untuk menyediakan layanan bahasa bagi mereka yang tidak berbahasa Inggris.
Dengan aturan baru ini, lembaga-lembaga tersebut memiliki kebebasan untuk menentukan apakah akan tetap menyediakan dokumen dan layanan dalam bahasa selain bahasa Inggris.
Baca Juga: AS Perketat Akses Energi Fosil untuk Ukraina
Keputusan yang diberikan Trump menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat.
Beberapa pihak meyakini bahwa kebijakan ini akan memperkuat persatuan bangsa, mempermudah komunikasi, dan meningkatkan efisiensi kerja pemerintah.
Namun, kelompok lainnya menyatakan kekhawatiran akan dampak negatif yang mungkin timbul, terutama bagi para imigran baru dan mereka yang sedang belajar bahasa Inggris.
Baca Juga: Sebut Zelensky 'Diktator' Hubungan AS-Ukraina Makin Panas
Mereka khawatir bahwa akses terhadap layanan penting akan terhambat dan proses adaptasi imigran akan semakin sulit.
Trump menekankan bahwa penetapan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi adalah demi kepentingan terbaik AS, untuk mendorong persatuan, menjamin keseragaman layanan publik, dan mempererat hubungan sosial.
“Menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi tak hanya memudahkan komunikasi namun juga menguatkan nilai-nilai nasional yang dijunjung bersama dan menciptakan masyarakat yang lebih kohesif dan efisien,” tegas Trump.
Baca Juga: Raih Skil Internasional, Ini Rekomendasi Tempat Kursus Bahasa Inggris di Malang yang Terjangakau
Menurut US English, salah satu kelompok masyarakat yang turut meresmikan bahasa Inggris di AS, lebih dari 30 negara bagian di AS sudah memiliki undang-undang yang menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi.
Diketahui bahwa upaya untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di tingkat nasional telah berlangsung selama beberapa dekade, namun baru kali ini membuahkan hasil.
Langkah Trump ini mencerminkan pandangannya tentang identitas Amerika yang bersatu melalui satu bahasa. (Tiwi)
Editor : Aditya Novrian