James Dennehy, direktur divisi FBI yang ada di New York, Amerika Serikat, dipaksa keluar dan pensiun tanpa adanya konfirmasi pihak yang terlibat.
Dilansir dari sumber terkait, Dennehy diduga dipaksa keluar karena telah menolak upaya pemerintahan Trump untuk melakukan pemecatan karyawan FBI yang terlibat pada penyelidikan Capitol 6 Januari.
Capitol 6 Januari merupakan peristiwa dimana pro-Trump melakukan demo besar-besaran di Gedung Capitol atas penolakan Joe Biden sebagai presiden.
Baca Juga: Donald Trump Jadikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Resmi Amerika Serikat
Sumbu dari kejadian ini adalah pihak pro-Trump menuduh bahwa adanya kecurangan saat Pemilu 2020 berlangsung.
Masyarakat berspekulasi bahwa pemecatan Dennehy ada kaitannya dengan internal politik.
"Hari ini, kita berada di tengah-tengah pertempuran kita sendiri, karena orang-orang baik dikeluarkan dari FBI dan yang lainnya menjadi sasaran karena melakukan pekerjaan sesuai dengan hukum dan kebijakan FBI", ujar Dennehy.
Baca Juga: AS Perketat Akses Energi Fosil untuk Ukraina
Dennehy mengundurkan diri dan berpesan kepada timnya untuk tetap mempertahankan independensi keadilan.
"Saya bangga telah mewakili kantor yang terdiri dari orang-orang profesional yang akan selalu melakukan hal yang benar dengan alasan yang benar. Selalu mencari kebenaran sambil menegakkan supremasi hukum", lanjutnya.
Disamping itu, ada tuduhan lain mengenai FBI setelah kabar pemecatan Dennehy dari Jaksa Pam Bondi yang mengatakan bahwa FBI menyembunyikan berkas-berkas kasus Jeffrey Epstein.
Baca Juga: PBB Tolak Rencana Trump Relokasi Palestina dari Gaza
Jeffrey Epstein adalah pelaku perdagangan seks di New York pada tahun 2019 lalu.
Berbagai tuduhan yang diberikan kepada Dennehy dan pihak-pihak FBI memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat.
Pengunduran Dennehy terjadi di tengah-tengah kekhawatiran atas Trump dan sekutu politiknya dalam sistem hukum serta peradilan.
Saat ini, pengganti Dennehy sebagai direktur adalah Kash Patel dengan wakil direktur yang baru yaitu, Dan Bongino, yang diduga keduanya adalah pro-Trump.
Patel pernah berkampanye pro-Trump saat Pemilu 2024, sedangkan Bongino adalah podcaster pro-Trump. (nai)
Editor : Aditya Novrian