INDUSTRI penerbangan Indonesia kedatangan pemain baru dengan hadirnya Indonesia Airlines, maskapai yang segera beroperasi di tanah air.
PT Indonesia Airlines Group, merupakan anak perusahaan dari Calypte Holding Pte. Ltd.
Perusahaan berbasis di Singapura yang bergerak di bidang energi terbarukan, penerbangan, dan pertanian.
Perusahaan tersebut meresmikan Indonesia Airlines Group pada 7 Maret 2025 melalui notaris.
Meski berbasis di Singapura, Indonesia Airlines akan menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sebagai basis operasional utama di Indonesia.
Pada tahap awal, maskapai ini akan fokus pada penerbangan internasional dengan 48 kota tujuan di 30 negara.
Indonesia Airlines juga dikabarkan akan mengoperasikan sekitar 20 armada.
Terdiri dari 10 unit pesawat berbadan kecil seperti, Airbus A321neo atau A321LR dan 10 unit pesawat berbadan lebar, seperti Airbus A350-900 dan Boeing 787-9.
Pendiri sekaligus CEO Indonesia Airlines adalah Iskandar, seorang pengusaha asal Indonesia yang lahir di Bireuen, Aceh, pada 7 April 1983.
Ia memulai kariernya di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias pasca tsunami.
Kemudian, beralih ke PLN, serta sektor perbankan dan asuransi.
Iskandar sempat mendirikan perusahaan kelistrikan, namun usahanya terdampak pandemi COVID-19.
Pada 2022, ia merintis usaha baru dengan mitra dari Singapura yang kemudian melahirkan Calypte Holding Pte. Ltd.
Indonesia Airlines hadir sebagai maskapai penerbangan komersial dengan layanan premium kelas dunia, yang sebelumnya hanya bisa dinikmati di jet pribadi. (ney)
Editor : Aditya Novrian