Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiongkok dan Rusia Geram, Israel Langgar Gencatan Senjata dan Bombardir Gaza

Aditya Novrian • Kamis, 20 Maret 2025 | 20:45 WIB
Xi Jinping dan Vladimir Putin
Xi Jinping dan Vladimir Putin

RADAR MALANG—Selasa (18/3), Tiongkok dan Rusia mengutuk keras atas aksi jahatnya Israel yang membombardir ke Jalur Gaza, Palestina.

Terhitung, gempuran Israel ke Gaza menewaskan lebih dari 400 warga Gaza, Palestina sejak Selasa dini hari yang menandakan berakhirnya gencatan senjata antara Palestina dan Israel.

Melalui perwakilan Tiongkok di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Fu Cong, dengan tegas mengatakan, “Saya sangat prihatin dan mengutuk keras serangan Israel ke Gaza yang kembali terjadi. Kami dengan tegas menuntut gencatan senjata permanen di Gaza,” tegas Fu Cong lewat media sosial X miliknya.

“Tiongkok menolak keras Upaya bantuan kemanusiaan yang dijadikan sebagai alat politik dan senjata. Kami dengan keras mendesak Israel, sebagai penjajah, untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional dan segera memulihkan kembali akses penuh untuk bantuan kemanusiaan ke Gaza,” tambah Fu Cong.

Selain itu, Fu Cong juga dengan tegas mendukung penuh rencana rekonstruksi dan pemulihan yang diinisiatif oleh negara-negara Arab.

“Kami mendorong percepatan rekonstruksi berdasarkan prinsip bahwa Palestina harus diperintah oleh rakyat Palestina sendiri, sehingga mereka dapat membangun kembali rumah dan kehidupan di tanah mereka sendiri,” cuit Fu Cong di sosial media X miliknya.

Tidak hanya Tiongkok, negara Rusia juga turut mengeluarkan amarahnya terhadap aksi jahat Israel ke Gaza, yang disebut olehnya telah mendapatkan persetujuan dari negara yang mendukung Israel, Amerika Serikat.

Rusia dengan keras mengutuk Israel dan menyatakan penyesalan secara mendalam atas serangan udara Israel terhadap Gaza yang terjadi baru-baru ini dan menyebabkan kematian ratusan warga sipil.

Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resminya berujar, “Moskow dengan sangat amat menyesal mengetahui bahwa Israel kembali melanjutkan operasi militernya di Jalur Gaza.”

“Telah terbukti, pembebasan sandera dengan kekuatan militer adalah hal yang mustahil. Dengan tegas Rusia mengutuk segala tindakan Israel yang menyebabkan kematian warga sipil serta penghancuran infrastruktur sosial,” lanjutnya dikutip dari Reuters.

Selain itu, Kremlin turut menyatakan rasa prihatin terhadap peningkatan jumlah korban jiwa yang semakin memburuk.

“Kami turut prihatin dengan laporan mengenai jumlah korban jiwa di kalangan warga sipil yang semakin banyak,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

“Kami akan terus memantau situasi dengan cermat dan berharap agar situasi akan segera kembali ke jalur yang damai,” tutupnya. (Talita)

Editor : Aditya Novrian
#Tiongkok #Rusia #gaza #Israel #Palestina