Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pasukan Israel Kepung Ambulans Bulan Sabit Merah di Rafah, Beberapa Paramedis Terluka

A. Nugroho • Senin, 24 Maret 2025 | 19:15 WIB
Ilustrasi mobil ambulans di Rafah, Gaza selatan, Palestina. (REUTERS/Anas al-Shareef)
Ilustrasi mobil ambulans di Rafah, Gaza selatan, Palestina. (REUTERS/Anas al-Shareef)

RADAR MALANG - Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengumumkan pada Minggu (23/3) bahwa pasukan Israel telah mengepung.

Tak hanya itu, mereka juga menghalangi beberapa ambulansnya di daerah yang menjadi sasaran serangan udara di kota Rafah, Gaza selatan.

Tak hanya menghambat akses ambulans.

Pasukan Israel juga melukai sejumlah paramedis dari organisasi kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: Tiongkok dan Rusia Geram, Israel Langgar Gencatan Senjata dan Bombardir Gaza

"Pasukan pendudukan mengepung beberapa ambulans Bulan Sabit Merah Palestina saat mereka menanggapi serangan di daerah Al-Hashashin di Rafah," demikian pernyataan resmi organisasi itu, seperti dikutip dari Anadolu.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa beberapa tenaga medis darurat mengalami luka-luka. 

Namun, hingga kini belum ada informasi pasti mengenai jumlah korban maupun tingkat keparahan luka yang mereka alami akibat serangan tersebut.

Baca Juga: Netanyahu Hentikan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Usai Hamas Tolak Bebaskan Sandera

Lebih lanjut, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa mereka kehilangan kontak dengan tim medis yang terjebak di lokasi kejadian selama beberapa jam.

Serangan terhadap fasilitas kesehatan bukan pertama kali terjadi. 

Sejak dimulainya operasi militer di Gaza, Israel berulang kali menargetkan rumah sakit, ambulans, dan tenaga medis. 

Hal ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Sejak Selasa lalu, lebih dari 700 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.000 lainnya terluka akibat serangan udara mendadak yang dilakukan Israel. 

Serangan ini juga menghancurkan kesepakatan gencatan senjata serta perjanjian pertukaran tahanan yang sebelumnya berlaku sejak Januari.

Secara keseluruhan, hampir 50.000 warga Palestina tewas sejak serangan Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023. 

Mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak. Sementara itu, lebih dari 113.000 lainnya mengalami luka-luka akibat agresi brutal tersebut.

Baca Juga: Qatar Tekankan Tahap Kedua Negosiasi Gencatan Senjata Gaza

Israel kini menghadapi tekanan hukum internasional. 

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. 

Selain itu, Israel juga tengah menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakannya di wilayah kantong Palestina tersebut. (rsy)

Editor : A. Nugroho
#Rafah #Bulan Sabit Merah #Israel #Palestina