Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gempa M 7,3 Guncang Alaska, Picu Peringatan Tsunami dari NOAA

A. Nugroho • Kamis, 17 Juli 2025 | 23:57 WIB

 

Gempa bermagnitudo 7,3 mengguncang Alaska pada Selasa pagi waktu setempat. NOAA langsung mengeluarkan peringatan tsunami, meminta warga di wilayah pesisir untuk siaga dan menjauhi pantai.
Gempa bermagnitudo 7,3 mengguncang Alaska pada Selasa pagi waktu setempat. NOAA langsung mengeluarkan peringatan tsunami, meminta warga di wilayah pesisir untuk siaga dan menjauhi pantai.

 

 

 

RADAR MALANG – Sebuah gempa bumi kuat mengguncang wilayah Alaska, Amerika Serikat, pada Rabu siang waktu setempat, 16 Juli 2025. Gempa berkekuatan magnitudo 7,3 tersebut tercatat terjadi pukul 12:37 siang dan langsung memicu peringatan dini tsunami oleh otoritas setempat.

Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada di laut, tepatnya sekitar 87 kilometer di selatan kota Sand Point, Alaska. Gempa ini terjadi pada kedalaman 20,1 kilometer, yang termasuk kategori gempa dangkal dan berpotensi menyebabkan kerusakan besar jika terjadi di darat.

Koordinat pusat gempa tercatat pada 54,54 derajat Lintang Utara dan 160,47 derajat Bujur Barat. Meski pusatnya berada di laut, getaran gempa dilaporkan terasa kuat di sejumlah wilayah pesisir Alaska, termasuk kawasan Semenanjung Alaska yang paling dekat dengan pusat guncangan.

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) segera mengeluarkan peringatan tsunami bagi sebagian besar wilayah pesisir Alaska. Peringatan ini disampaikan melalui sistem notifikasi darurat dan media lokal, memperingatkan warga untuk menjauhi pantai dan bergerak ke area yang lebih tinggi.

Belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan fisik akibat gempa ini. Namun, sejumlah warga di wilayah terdampak mengaku merasakan guncangan kuat selama beberapa detik, disertai dengan suara gemuruh dari bawah tanah. Beberapa gedung dilaporkan sempat bergoyang, dan aktivitas warga sempat terganggu karena panik.

Pemerintah lokal dan Badan Penanggulangan Bencana Federal AS (FEMA) saat ini masih melakukan pendataan dan pemantauan di wilayah terdampak, termasuk meninjau potensi tsunami lanjutan. Tim penyelamat serta personel militer telah disiagakan untuk evakuasi apabila diperlukan.

Sementara itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Mereka yang tinggal di sepanjang garis pantai disarankan tidak kembali ke rumah sebelum adanya pengumuman resmi bahwa wilayah tersebut aman dari ancaman tsunami.

Gempa bumi dengan magnitudo besar bukan hal asing bagi Alaska. Negara bagian ini berada di wilayah “Cincin Api Pasifik” yang dikenal rawan gempa dan aktivitas vulkanik. Beberapa gempa besar pernah terjadi di wilayah ini sebelumnya, termasuk gempa tahun 1964 yang menyebabkan kerusakan besar di Anchorage dan menewaskan ratusan orang.

Para ahli geologi kini terus memantau pergerakan lempeng tektonik di sekitar wilayah tersebut. USGS juga mengimbau masyarakat untuk tetap memperbarui informasi dari sumber terpercaya, karena gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, NOAA masih terus memantau potensi gelombang tsunami dan belum mencabut peringatan yang diberlakukan sejak beberapa jam setelah gempa terjadi. Pemerintah setempat berharap masyarakat tetap tenang, namun sigap dalam menghadapi situasi darurat ini. (id)

Editor : A. Nugroho
#Amerika #Gempa #Bencana