INTERNASIONAL - Pada 12 Agustus 2025, pemerintah Meksiko mengambil keputusan besar untuk menyerahkan 26 tokoh tinggi di kartel narkoba kepada pihak berwenang Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan setelah tekanan diplomatik yang meningkat dari pemerintahan Presiden Trump, termasuk ancaman tarif tinggi terhadap ekspor Meksiko.
Dalam perjanjian tersebut, Departemen Kehakiman AS menyetujui untuk tidak memberlakukan hukuman mati kepada para tersangka, sehingga memungkinkan ekstradisi berjalan lancar.
Di antara mereka yang diekstradisi terdapat nama-nama besar seperti Abigael González Valencia, pemimpin kelompok "Los Cuinis" yang memiliki hubungan erat dengan kartel kuat Jalisco New Generation (CJNG), serta Roberto Salazar, terdakwa atas perannya dalam pembunuhan seorang deputi sheriff Los Angeles pada tahun 2008.
Ini menjadi gelombang ekstradisi kedua tahun ini setelah Meksiko sebelumnya mengirimkan 29 buronan kartel pada Februari, termasuk gembong narkotika Rafael Caro Quintero. Praktik ini menandai peningkatan kolaborasi hukum antara kedua negara, serta menunjukkan bahwa Meksiko kini lebih aktif dalam membendung kriminalitas transnasional tanpa mengorbankan kedaulatan nasional.
Melalui langkah ini, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan komitmen tegas dalam menekan kartel sambil tetap mempertahankan otoritas dan kehormatan negara. Pihak AS, termasuk Jaksa Agung Pamela Bondi dan Duta Besar Ronald Johnson, menyampaikan apresiasi kuat atas kerjasama ini sebagai bukti nyata kemitraan efektif dalam penegakan hukum lintas perbatasan. (cj)
Editor : A. Nugroho