RADAR MALANG – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat menjadi perhatian publik. Hal ini lantaran per galon BBM, tembus hingga US$4. Kenaikan ini berbeda dengan Iran yang mana harga BBM terpantau jauh lebih murah dibandingkan AS.
Di penghujung bulan Maret 2026, harga BBM di AS, bervariasi di setiap wilayah dari US$3,59 hingga US$5,33 per galon.
Dalam mata uang rupiah, US$3,59 setara dengan Rp61.195 (kurs Rp17.046/US$). Jika dihitung secara rinci, satu galon BBM di AS setara dengan 3,785 liter. Maka per liternya, harga BBM di AS setara dengan Rp16.167.
Sedangkan di Inggris. Harga BBM mencapai 1,5 paun atau Rp33.788 per liter, mengalami kenaikan hingga 15 persen dibandingkan sebelumnya.
Di antara negara lain, Hongkong menjadi negara dengan harga BBM paling mahal di dunia, yakni Rp63.851 per liter.
Kondisi tersebut, berbanding terbalik dengan harga BBM di Iran, yakni sekitar Rp481 per liter. Adapun negara lain, seperti Libya tergolong sebagai negara dengan harga BBM terendah, yaitu sekitar Rp398 per liter.
Situasi ketidakstabilan harga BBM di dunia saat ini, disebabkan oleh konflik di kawasan Timur Tengah yang terus meningkat sejak AS bersama Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Disebutkan bahwa persitiwa tersebut telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Hal tersebut membuat Iran membalas dengan serangan drone dan rudal menuju Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara yang menampung aset militer AS. Serangan tersebut menimbulkan korban hingga mengganggu aktivitas penerbangan.
Tak hanya itu, Iran juga menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama perdagangan energi global sehingga kapal komersial tertahan dan membuat harga minnyak mentah melonjak tajam.
Editor : Aditya Novrian