Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Usul Manfaatkan Genteng Hasil Olahan Sampah Plastik untuk Program Gentengisasi

A
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) BLE di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa (28/4).  (@presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) BLE di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Selasa (28/4). (@presidenrepublikindonesia)

Advertisement

BANYUMAS, RADAR MALANG – Genteng hasil olahan sampah plastik akan dimasukkan oleh Presiden Prabowo Subianto ke dalam program gentengisasi yang ia gagas. 

Pernyataan itu disampaikannya usai mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, (28/4).

Advertisement

Dalam agenda kunjungan tersebut, Presiden Prabowo mengamati secara langsung cara pengolahan limbah dari awal hingga akhir, termasuk penggunaan teknologi untuk menekan jumlah sampah, dan menghasilkan produk yang bermanfaat.

Adapun produk-produk yang dihasilkan yakni genteng plastik, paving plastik manual dan injection, maggot segar, pupuk organik, serta bahan bakar alternatif berbentuk refuse-derived fuel (RDF).

Menurut Presiden, penggunaan genteng bermaterial sampah plastik memiliki harga yang murah dan dapat mengurangi biaya renovasi. 

"Gentengnya lumayan efektif, katanya cukup murah ya dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah, anggaran perbaikan rumah sekarang satu rumah Rp20 juta," ujarnya. 

Terkait teknis anggaran, ia merinci dana perbaikan rumah sebesar Rp20 juta per rumah. Sekitar Rp4–5 juta dari jumlah tersebut dialokasikan untuk penggunaan genteng berbahan plastik, sebuah strategi yang dinilai mampu mengoptimalkan biaya program gentengisasi.

Prabowo juga menilai penting untuk berpindah dari bahan atap lama yang dapat membahayakan kesehatan, seperti seng. 

"Kita mau hilangkan penggunaan seng yang berkarat, berkarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang huni ya, dan pandangannya juga tidak bagus," ucap Presiden.

Langkah ini diambil demi menciptakan pemukiman yang jauh lebih asri dan nyaman untuk dihuni. Selain itu, ia ingin memulihkan citra Indonesia sebagai negara yang indah di mata rakyatnya sendiri.

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Berbagai sumber

Artikel Terkait

Reshuffle Kabinet ke-8, Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru di Istana Negara

Reshuffle Kabinet ke-8, Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru di Istana Negara

Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih dengan melantik sembilan pejabat negara di Istana Negara, Jakarta.

Karhutla Masih Melanda Enam Provinsi, Prabowo Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Pemadaman

Karhutla Masih Melanda Enam Provinsi, Prabowo Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Pemadaman

Pemerintah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas.

Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Garuda di Kepanjen Malang dan Ribuan Daerah Lain

Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Garuda di Kepanjen Malang dan Ribuan Daerah Lain

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan, termasuk di jembatan Garuda di Kepanjen, Kabupaten Malang. Peresmian serentak kemarin.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer