Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Situasi Memanas! Iran Tembakkan Rudal Peringatan ke Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Afida Rahma Tsabita • Selasa, 5 Mei 2026 | 12:45 WIB
Ilustrasi kapal di laut. (unsplash/Sohan Rayguru)
Ilustrasi kapal di laut. (unsplash/Sohan Rayguru)

RADAR MALANG – Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah Angkatan Laut Iran mengklaim telah menembakkan dua rudal ke arah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang melintas di Selat Hormuz pada Senin (4/5). Rudal-rudal itu dilaporkan menghantam kapal AS di ujung selatan Selat Hormuz, dekat Pelabuhan Jask. 

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars yang dikutip dari Al Jazeera, penembakan tersebut dilakukan untuk mencegah kapal perang AS memasuki Selat Hormuz setelah mereka mengabaikan peringatan yang diberikan.

Baca Juga: Gencatan Senjata AS–Iran Diperpanjang di Detik Penentuan, Ancaman Perang Masih Mengintai

Kapal tersebut dianggap telah melanggar ketentuan navigasi dan keselamatan laut di sekitar Pelabuhan Jask. Akibat serangan itu, kapal AS tersebut mundur dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. 

"Fregat tersebut, yang berlayar pada Senin di Selat Hormuz, melanggar aturan navigasi dan keselamatan maritim di dekat (pelabuhan) Jask, menjadi sasaran serangan rudal setelah mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut Iran," tulis laporan Fars.

Berbanding terbalik, klaim mengenai serangan tersebut dibantah oleh Washington. AS memang mengakui bahwa dua kapalnya telah memasuki wilayah teluk. Namun, pihaknya membantah adanya serangan rudal yang menghantam kapal mereka di Selat Hormuz. 

Baca Juga: Iran Tolak Lanjutkan Perundingan Putaran Kedua, Buntut Pelanggaran Gencatan Senjata oleh AS

"Media pemerintah Iran mengklaim bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran mengenai kapal perang AS dengan dua rudal. Tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan," ujar Komando Pusat AS (CENTCOM).

Serangan Iran itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan misi angkatan laut bernama “Project Freedom” untuk 'membimbing' kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz. 

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengklaim proyek itu merupakan permintaan negara-negara yang kapalnya terdampar akibat konflik. Ia turut menyebut negara-negara tersebut sebagai pihak netral dan pengamat yang tidak bersalah. 

Baca Juga: Jalur Minyak Dunia Terancam! Iran Tolak Buka Selat Hormuz sebelum Blokade AS Dicabut

“Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” tulis Trump pada Senin (4/5).

Menanggapi hal itu, Kepala Komando Pusat Militer Iran, Ali Abdollahi mengatakan kendali Selat Hormuz merupakan milik Iran sehingga kapal yang melintas perlu berkoordinasi terlebih dahulu. 

"Kami telah berulang kali mengatakan, keamanan Selat Hormuz berada di tangan kami, dan bahwa kelancaran lalu lintas kapal perlu dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata," tegas Abdollahi.

Lebih lanjut, ia menegaskan akan menyerang setiap pasukan bersenjata asing, terutama tentara AS, yang berani mendekati dan mencoba memasuki Selat Hormuz.

“Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing, terutama tentara AS yang agresif, akan diserang jika mereka berniat mendekati dan memasuki Selat Hormuz,” imbuhnya.



Editor : Aditya Novrian
#selat hormuz #konflik timur tengah #AS #iran