81 Tahun Bom Hiroshima, Wali Kota Peringatkan Dunia Kembali Bergantung pada Senjata Nuklir

Valda Yumna Novfitri • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Tragedi bom di Hiroshima, Jepang. (Foto: @interesting_aIl)
Tragedi bom di Hiroshima, Jepang. (Foto: @interesting_aIl)

MALANG, RADAR MALANG – Delapan puluh satu tahun setelah bom atom menghancurkan Hiroshima, Jepang kembali menggelar Upacara Peringatan Perdamaian di Peace Memorial Park, Kamis (6/8).

Peringatan tahun ini tak hanya menjadi momen mengenang para korban, tetapi juga menjadi peringatan keras terhadap meningkatnya ketegangan global dan ancaman penggunaan senjata nuklir.

Baca Juga: Pembawa Bom Molotov Terancam Penjara 20 Tahun, Berkas Perkara Pelaku Segera Dilimpahkan ke Kejari Kota Malang

Dalam deklarasi perdamaian yang disampaikan pada upacara tersebut, Wali Kota Hiroshima Kazumi Matsui mengkritik kecenderungan sejumlah negara yang masih mengandalkan senjata nuklir sebagai alat pencegah perang.

Menurutnya, cara pandang tersebut justru berisiko mengulang tragedi kemanusiaan yang pernah dialami Hiroshima dan Nagasaki. Upacara dihadiri sekitar 50.000 peserta serta perwakilan dari lebih dari 120 negara.

Tepat pukul 08.15 waktu setempat, seluruh peserta mengheningkan cipta selama satu menit, bertepatan dengan waktu bom atom dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima pada 6 Agustus 1945.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres melalui pesannya juga mengajak masyarakat internasional menjadikan peringatan Hiroshima sebagai momentum memperkuat komitmen menuju dunia tanpa senjata nuklir.

Ia menegaskan bahwa tragedi yang terjadi 81 tahun lalu harus menjadi pelajaran agar bencana serupa tidak pernah terulang.

Di sisi lain, para penyintas bom atom atau hibakusha menyampaikan kekhawatiran karena jumlah mereka terus berkurang akibat faktor usia.

Baca Juga: Trump Salah Sebut Iran sebagai "Republik Islam Jepang" saat KTT NAT

Kondisi tersebut dinilai membuat upaya mewariskan kesaksian langsung mengenai dampak bom atom kepada generasi muda menjadi semakin mendesak.

Peringatan tahun ini berlangsung ketika dunia masih dihadapkan pada berbagai konflik bersenjata dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : sumber dari segala sumber
Hiroshima nuklir bom Jepang