MALANG, RADAR MALANG – Fenomena gerhana matahari total yang terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026 memang tidak bisa disaksikan langsung dari langit Indonesia. Namun, masyarakat Tanah Air tetap punya kesempatan untuk menyaksikannya secara real time lewat siaran langsung yang disediakan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya sudah menegaskan bahwa jalur totalitas gerhana kali ini tidak melewati wilayah Nusantara. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyebut bahwa fenomena ini hanya bisa disaksikan langsung oleh masyarakat di kawasan Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara.
Selain karena jalurnya yang tidak melintas di Indonesia, momen puncak gerhana juga bertepatan dengan waktu malam hari di Tanah Air, sehingga langit Indonesia memang tidak berada pada posisi yang tepat untuk menangkap fenomena ini.
Jadwal Live Streaming di Waktu Indonesia
Bagi yang tidak ingin ketinggalan momen langka ini, NASA telah menjadwalkan siaran langsung yang bisa diakses lewat kanal resmi NASA Live. Berdasarkan informasi resmi NASA, tayangan akan dimulai pukul 13.15 waktu setempat di Amerika Serikat bagian timur (EDT). Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat, jadwal tersebut jatuh pada pukul 00.15 WIB, dini hari Kamis, 13 Agustus 2026.
Artinya, masyarakat Indonesia yang penasaran dengan momen ini dapat menyaksikannya setelah tengah malam. Fase totalitas gerhana sendiri diperkirakan berakhir sekitar pukul 18.33 UT, sementara keseluruhan rangkaian gerhana, termasuk fase sebagian, baru benar-benar tuntas pada pukul 19.57 UT atau sekitar pukul 02.57 WIB.
Cara Menonton Live Streaming Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 via NASA
- Buka laman resmi NASA Live di alamat nasa.gov/live lewat browser di HP atau laptop.
- Cek zona waktu karena siaran dimulai pukul 13.15 EDT, yang jika dikonversi jatuh pada pukul 00.15 WIB dini hari Kamis, 13 Agustus 2026. Pastikan sudah pasang alarm biar tidak terlewat.
- Bisa juga mengakses lewat YouTube resmi NASA, karena biasanya siaran gerhana turut disiarkan ulang di kanal YouTube NASA secara bersamaan dengan laman utamanya.
- Siapkan koneksi internet yang stabil, mengingat siaran berlangsung dalam format video real-time dengan kualitas tinggi.
- Ikuti komentar dari astronom NASA selama siaran, karena biasanya ada penjelasan langsung soal fase-fase gerhana yang sedang terjadi, jadi bukan cuma visual gerhana saja yang ditampilkan.
- Pantau juga akun media sosial resmi NASA seperti X dan Instagram, karena sering ada pengingat jadwal atau cuplikan singkat menjelang siaran dimulai.
Baca Juga: Gerhana Matahari Total Terjadi 12 Agustus 2026, Ini Daftar Wilayah yang Bisa Menyaksikannya
BMKG turut mengingatkan, meski disaksikan melalui layar sekalipun, masyarakat yang memiliki kesempatan mengamati gerhana secara langsung di wilayah terdampak wajib menggunakan kacamata khusus berfilter Matahari. Melihat langsung ke arah Matahari tanpa pelindung, bahkan saat gerhana berlangsung, tetap berisiko merusak retina mata.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber