Namun, terlepas dari pro-kontra tersebut, pihak keluarga Idhan Lubis menolak pemasangan tersebut. Apalagi, pada tahun 2012 lalu, pihaknya keluarga juga sudah menurunkan pemasangan prasasti dari puncak Mahameru.
”Sekarang dipasang lagi. Tanpa sepengetahuan kami (pihak keluarga),” kata Fauzan, salah satu anggota keluarga besar Idhan Lubis (alm), Sabtu (31/10).
Menurutnya, jika tetap ’ngotot’ prasasti tersebut dipasang di puncak tersebut, maka keluarga menginginkan nama Idhan Lubis dihapus. Karena memang keluarga besarnya tidak berkenan pemasangan nama Idhan di tempat tersebut. ”Almarhum nggak ingin cari pupolaritas. Biarkan alam tetap alami. Ini wasiat keluarga kami,” jelas pria asal Tangerang Selatan ini.
Saat ini, lanjutnya, dia dan lima anggota Indonesia Green Ranger juga sedang ditugaskan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Bahkan, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan pihak terkait lain, termasuk Gimbal Alas Indonesia, komunitas pecinta alam yang namanya juga tercantum dalam prasasti tersebut
”Kesepakatannya, nama Idhan ditiadakan di prasasti, kami masih menunggu prosesnya sekarang,” ungkap dia.
Pewarta: Imam N
Editor : Shuvia Rahma