Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Wayan Superman menyampaikan, penambahan alutsista baru tersebut bakal memberikan dampak yang sangat besar dalam tugas-tugas prajurit Lanud Abd Saleh. Khususnya bagi Skadron Udara 4 di bawah jajaran Wing Udara 2 yang sebelumnya mengoperasikan pesawat jenis C-212 Cassa seri 200.
”Di tahun 2021 ini, kami dihadapkan dengan penugasan operasional dan tugas strategis yang cukup besar. Maka dengan kehadiran satu pesawat tambahan ini menjadi media tambahan bagi kami baik untuk berlatih maupun pelaksanaan operasi,” terang jenderal dengan satu bintang di pundaknya itu.
Selain dari segi engine atau mesin, mantan Komandan Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh itu menuturkan bahwa pesawat Cassa seri terbaru ini juga dilengkapi instrumen dengan teknologi yang lebih modern. Seperti avionic atau perlengkapan elektronik penerbangan dan winglet yang lebih stabil dari sisi aero dinamisnya.
Untuk unit yang sama, pihak Lanud Abd Saleh rencananya akan mendatangkan 9 unit pesawat jenis A-2112 Cassa dengan seri terbaru ini. ”Di kontraknya (ada) 9 unit, bertahap di 2020 dan ending-nya di Desember 2022. Mudah-mudahan sudah complete (lengkap) semua hadir di Skadron Udara 4,” jelas Wayan. Namun, semua pesawat yang akan menyusul untuk didatangkan tersebut bakal memiliki spesifikasi yang berbeda untuk fungsi dan tugas sesuai tupoksi Skadron Udara 4.
Terpisah, Komandan Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abd Saleh Letkol Pnb Muhammad Arif menjelaskan, pesawat jenis 2112 Cassa yang tiba ini merupakan tipe yang berbeda dari sebelumnya. ”Kalau yang sebelumnya Cassa seri 200, yang ini seri 400. Lebih menarik karena menggunakan avionic yang baru. Sehingga dengan kehadiran pesawat jenis baru ini menjadi tantangan tersendiri karena awak pesawat harus belajar lebih banyak karena ada transisi dari avionic yang lama dengan yang baru,” jelasnya.
Dengan teknologi yang lebih modern, perwira dengan dua melati di pundaknya itu menuturkan bahwa instrumen baru yang menyertai pesawat tersebut bakal lebih memudahkan dan meningkatkan safety atau keamanan penerbangan. ”Karena dengan tambahan radar dan autopilot itu semua membuat penerbangan menjadi lebih mudah dan harapannya meningkatkan tingkat safety dari pesawat,” tambah Arif.
Ke depan, armada baru tersebut akan segera bergabung dalam misi yang menjadi tupoksi Skadron Udara 4. Di antaranya seperti mendukung operasi hujan buatan, penerjunan, juga aero seeding atau penyebaran bibit tanaman dan beberapa misi lainnya. Sebagai persiapan, pihaknya bakal mengawali operasional pesawat buatan tahun 2017 tersebut dengan ground school atau kelas bagi para penerbang supaya mengenal sistem pesawat secara keseluruhan.(rmc/c1/iik)
Editor : Ahmad Yani