Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, longsoran pada bahu jalan tersebut terjadi pada 12 Januari lalu. ”Plengsengannya tergerus akibat hujan dengan intensitas tinggi saat itu,” jelas Sadono.
Dia menjelaskan, ambrolnya plengsengan tersebut cukup membahayakan bagi pengguna jalan. Sebagai antisipasi, sejak bahu jalan tersebut longsor, pihaknya kemudian memasang BPBD line sebagai garis pembatas sekaligus penanda. ”Ambrolnya kurang lebih sepanjang 20 meter dengan kedalaman 5 meter,” tuturnya.
Jika plengsengan tersebut tidak kunjung dibenahi, BPBD khawatir ruas jalan akan ikut tergerus ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi lagi. ”Untuk sekarang memang dibutuhkan perbaikan darurat karena (penyangga) di bagian bawah jalan sudah mulai tergerus,” imbuh dia.
Data BPBD mencatat, sepanjang bulan Januari 2021 lalu sudah terjadi 3 kali kejadian tanah longsor dan satu kali pohon tumbang di Kecamatan Tumpang sendiri. ”Bulan lalu kejadian longsor di Tumpang hanya menutupi jalan, tapi tidak sampai berdampak ke permukiman warga,” tukas Sadono. (rmc/ajh/c1/iik)
Editor : Ahmad Yani