KA yang terganggu dan tertahan di Stasiun Kepanjen yaitu KA 119 (Malabar) relasi Malang-Bandung, KA 376 (Penataran) relasi Blitar-Surabaya Gubeng tertahan di Stasiun Kesamben dan KA 363 ( Penataran) relasi Surabaya - Blitar tertahan di Stasiun Malang Kota Lama.
Manager Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif menjelaskan, petugas KAI di lapangan telah melakukan berbagai langkah serta upaya bekerja secara cepat untuk normalisasi jalur. Kondisi cuaca hujan, malam hari, banyaknya batu, lumpur serta terjadi longsor susulan yang menutup jalur KA menyebabkan proses normalisasi menjadi lama.
Tepat pada pukul 22.36 jalur KA yang terkena longsoran baru bisa dilewati kembali. KA pertama yang melintas adalah KA Malabar dengan kecepatan 5 KM. “PT KAI Daop 8 mengucapkan permohonan maaf kepada para pelanggan karena terganggunya perjalanan dan pelayanan kereta api akibat bencana longsor tersebut," ujar Luqman. Petugas akan terus melakukan normalisasi dengan mengerahkan eskavator dan tenaga manual di lokasi longsor sehingga jalur tersebut aman dan dapat dilewati kembali dengan kecepatan normal.
Salah seorang penumpang KA Cristianingsih mengaku kereta yang membawanya dari Blitar ke Kota Malang memang berjalan lebih pelan dari biasanya. "Ketika melewati daerah longsor tersebut kereta berjalan sangat pelan. Bahkan terasa tidak berjalan, walau sebenarnya berjalan. Mungkin hal ini agar tidak memicu longsor lagi, " ujar wanita yang tinggal di Blimbing ini.
Akibatnya, kedatangannya di Kota Malang menjadi sedikit terlambat. "Harusnya biasanya pukul 06.05 sampai Stasiun Malang Kota Baru. Tetapi sekitar 06.05 masih sampai Malang Kota Lama," pungkasnya
Pewarta: Errica Vannie
Editor : Ahmad Yani