Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bupati Malang Datangi Ampelgading, Wilayah Terparah Akibat Gempa

Farik Fajarwati • Minggu, 11 April 2021 | 04:14 WIB
Bupati Malang HM Sanusi (tiga dari kiri) bersama warga korban gempa bumi di Kecamatan Ampelgading malam ini (10/4).(ist)
Bupati Malang HM Sanusi (tiga dari kiri) bersama warga korban gempa bumi di Kecamatan Ampelgading malam ini (10/4).(ist)
MALANG – Banyaknya warga yang menjadi korban gempa berkekuatan 6,1 SR membuat Bupati Malang HM Sanusi langsung turun ke lapangan. Malam ini (10/4) orang nomor satu di Kabupaten Malang itu mendatangi wilayah Kecamatan Ampelgading yang diduga paling parah akibat gempa. Bahkan dilaporkan tiga warga Ampelgading meninggal akibat gempa.

”Kondisinya cukup memprihatinkan, kami sudah melakukan koordinasi dan mengambil langkah teknis untuk segera membantu masyarakat yang menjadi korban gempa,” ujar Sanusi.

Dia menyatakan, warga yang rumahnya rusak berat bisa bermalam di tempat pengungsian yang disediakan. ”Saya juga sudah meminta BPBD untuk mendirikan tenda darurat dan juga membantu kebutuhan warga yang tertimpa bencana,” terangnya.

Sanusi juga menyerahkan bantuan uang tunai kepada keluarga korban meninggal akibat gempa. Jumlahnya Rp 5 juta. ”Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dakam menghadapi cobaan akibat gempa ini,” tambah Sanusi.

Sementara itu, M Yasin, warga Desa Taman Asri, Kecamatan Ampilgading menyatakan, hampir semua rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. ‘’Di desa saya ini hampir rata (rumah rusak) terkena gempa. Yang paling parah Dusun Krajan dan Dusun Kampung Anyar. Ini ada satu warga yang meninggal karena tertimpa rumahnya yang ambruk,’’ terang Yasin.

Hingga malam ini, Yasin menyatakan masih banyak warga yang memilih berada di luar rumah. Karena mereka masih khawatir ada gempa susulan. Selain itu sebagian warga juga khawatir rumahnya yang rusak tiba-tiba ambruk. ”Warga memilih berjaga-jaga di luar rumah,” terangnya.

Pewarta: Fanda Yusnia Editor : Farik Fajarwati
#ampelgading #Pascagempa #gempamalang #korban tewas