Selain itu bangunan rumah ibadah yang rusak mencapai 26, bangunan fasilitas kesehatan yang rusak mencapai 8, dan Gedung sekolah termasuk bangunan pondok pesantren mencapai 14.
“Kami terus melakukan pendataan,” ungkap Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Menurutnya, selain ratusan bangunan dan Gedung hancur juga terdapat korban jiwa, berjumlah 3 orang meninggal dan 8 warga yang mengalami luka berat, akibat terkena reruntuhan bangunan.
Untuk kecamatan terdampak bencana gempa sampai dengan Minggu dini hari, menurut Sadono terdapat di 21 Kecamatan, yakni Gondanglegi, Dampit, Turen, Poncokusumo, Sumbermanjing Wetan, Kalipare, wagir, Wajak, Jabung, Bantur, Tirtoyudo, Pujon, Tumpang, Pagelaran, Ampelgading, Kepanjen, Kasembon, Pagak dan Bululawang.
Sementara itu Manajer Operasional BMH Jatim gerai Malang mengatakan terdapat beberapa wilayah kampung berkah yang menjadi binaanya terdampak bencana alam tersebut.
“Pondok Pesantren nusantara Gedangan yang selama ini kita bantu wakaf jariah sumur bor, beberapa bangunanya rusak, ada juga rumah dai binaan BMh di Bantur mengalami retak-retak.” Kata Lukman.
Menurutnya, sejak terjadi gempa, BMH Jatim gerai Malang telah mengirimkan tim reaksi cepat di beberapa lokasi terdampak seperti di Lawang, Bantur, Dampit, dan Gedangan untuk melakukan assessment dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
“Kami perintahkan seluruh relawan bergerak dengan membantu warga terdampak serta bergabunng dengan lintas sectoral di lapangan,” imbuhnya.
BMH Jatim gerai Malang juga melakukan penggalangan donasi peduli kemanusian terdampak gempa Bumi di Kabupaten Malang, dengan cara transfer ke rekening nomor : 315 33 00 000 dengan kode Bank ;014 atas nama Yayasan Baitul Maal Hidayatullah. Konfirmasi donasi bisa menghubungi nomor WA. 0851 0471 7000. Atau datang langsun g ke Knator BMH Jatim gerai Malang, Jalan Sidomakmur nomor 15 Dau Kabupaten Malang.
Kontributor : Ruwiyanto Editor : Shuvia Rahma