Hal itu disampaikan oleh salah satu santrinya, Muhammad Aditya. "Almarhum diketahui meninggal sekitar pukul 07.00 tadi pagi, di Surabaya waktu itu posisinya," terang dia.
Pria yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pesantren Global Tarbiyatul Arifin, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu menyebut bila sang Kyai memiliki riwayat penyakit diabetes. "Punya gula, meninggalnya ini juga karena gagal ginjal. Sekaligus kelelahan juga," sebut dia.
Ia menambahkan bila sebelum dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Ramelan Surabaya, Kyai Agus sempat beberapa kali berpindah rumah sakit.
"Sempat di Panti Nirmala, Persada, sebelum dibawa ke Surabaya," ujarnya. Selepas disalatkan di Ndalem sekaligus Pondok yang diasuhnya di Pakis, jenazah budayawan itu langsung diberangkatkan ke Kediri untuk dikebumikan.
Kyai kelahiran pada 21 Agustus 1959, Surabaya termasuk tokoh sejarawan, penulis, dan budayawan. Salah satu karya fenomenalnya yakni buku ‘Atlas Wali Songo’ yang mengisahkan penyebaran agama Islam di Nusantara.
Tak hanya buku ‘Atlas Wali Songo’, ia juga menuliskan beberapa buku mengenai sejarah seperti buku Pu Gajah Mada 3 edisi, Suluk Siti Jenar 7 edisi, Resolusi Jihad, dan Banser Berjihad Melawan PKI, Taktik dan Strategi Dakwah Islam di Jawa.
Ia juga produktif menghasilkan karya fiksi yang banyak dipublikasikan dalam bentuk cerita bersambung, antara lain di Jawa Pos, Anak-Anak Tuhan (1985), Orang-Orang Bawah Tanah (1985), Ki Ageng Badar Wonosobo (1986), Khatra (1987), Hizbul Khofi (1987), Khatraat (1987), Gembong Kertapati (1988).
Ia merupakan salah satu tokoh yang mendapat anugerah penghargaan Asrul Sani Award sebagai penulis kreatif, pada momen Pidato Kebudayaan 2014.
Agus Sunyoto mengemban amanat sebagai ketua Lesbumi PBNU pada periode kedua kepemimpinan KH Said Aqil Siroj setelah Muktamar Ke-33 NU di Jombang pada 2015. Lesbumi merupakan perangkat departementasi Nahdlatul Ulama yang bertugas melaksanakan kebijakan NU di bidang pengembangan seni dan budaya.
Pewarta: Biyan Mudzaky
Editor : Shuvia Rahma