Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ombak Pantai Batu Bengkung Seret 6 Turis, Pencarian Dilanjut Hari Ini

Shuvia Rahma • Kamis, 27 Mei 2021 | 17:06 WIB
Kanit Gakkum Satpolair Polres Malang Iptu Yoni Pribadi dan Wasis anggota AL saat memeriksa korban meninggal setelah terseret ombak Pantai Batu Bengkung, Malang. (ist)
Kanit Gakkum Satpolair Polres Malang Iptu Yoni Pribadi dan Wasis anggota AL saat memeriksa korban meninggal setelah terseret ombak Pantai Batu Bengkung, Malang. (ist)
MALANG - Kasus kecelakaan tunggal di Kecamatan Poncokusumo merebak, kabar terjadinya kecelakaan laut datang dari Pantai Batu Bengkung yang terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Tercatat ada 6 wisatawan yang dikabarkan terseret ombak. Mereka yakni Maulana Muhammad Al-Farizi, 20; Fikri, 20; Azizah Zahiro Abdul Latif, 21; Linda Pravita Sari, 26; Dimas Riza Nurul Hakim, 21; dan Aprilia Dwijayanti, 24.

Kasat Polair Polres Malang AKP Totok Suprapto merinci, bila dari 6 korban itu, 2 di antaranya sudah ditemukan petugas dalam kondisi meninggal dunia. Dua korban itu yakni Azizah Zahiro Abdul Latif dan Linda Pravita Sari.

Sementara satu wisatawan atas nama Aprilia Dwijayanti juga sudah ditemukan petugas. Perempuan berusia 24 tahun itu diketahui berada dalam kondisi kritis dan masih dirawat di RSUD Dr Saiful Anwar Malang. Sementara hingga kemarin petang (26/5), 3 wisatawan lainnya masih belum ditemukan. Totok menyebut bila 6 wisatawan yang jadi korban itu berasal dari 3 rombongan berbeda.

”Ada yang dari rombongan Kota Batu, Mojokerto Kota, dan mahasiswa Institut KH Abdul Chalim, Kabupaten Mojokerto,” bebernya.

Pasca melakukan evakuasi terhadap dua korban meninggal, pihaknya langsung membawanya menuju RSUD Dr Saiful Anwar Malang. ”Korban atas nama Linda ini adalah rombongan dari Mojokerto Kota. Sedangkan korban Azizah rombongan dari mahasiswa Institut KH Abdul Chalim,” imbuh Totok.

Aprilia, wisatawan yang tengah kritis, diketahui berasal dari rombongan Mojokerto Kota. Untuk 3 korban yang belum ditemukan, yakni Maulana, Dimas, dan Fikri, juga berasal dari rombongan yang berbeda.

”Dimas dari rombongan Kota Batu. Sementara Fikri dan Maulana rombongan mahasiswa Institut KH Abdul Chalim,” tambah Totok.

Untuk kronologi kejadian, Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Polair Polres Malang Iptu Yoni Pribadi membeberkan bila 6 wisatawan yang jadi korban itu sempat naik ke Bukit Batu Bengkung untuk mengabadikan momen di tengah-tengah sunrise atau matahari terbit.

”Saat naik ombaknya masih surut, tetapi saat kembali datanglah ombak yang begitu besar hingga 6 orang itu terhanyut,” kata dia.

Pihaknya memastikan bila proses pencarian terhadap korban lain bakal dilanjutkan hari ini (27/5). Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Malang di kamar jenazah RSUD Dr Saiful Anwar Malang, diketahui bila jenazah Azizah-lah yang kali pertama ditemukan petugas.

Di tempat lain, Yayasan Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) yang berada di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, menegaskan jika mahasiswanya yang sedang berlibur ke Pantai Batu Bengkung itu didasari atas inisiatif sendiri.

”Dari klarifikasi jajaran rektorat, iya betul mereka mahasiswa kami yang sedang berlibur secara mandiri,” kata Ketua Yayasan IKHAC Muhammad Albarraa.

Dirinci olehnya, mahasiwanya yang berjumlah 8 orang itu diketahui berangkat ke Kabupaten Malang menggunakan empat sepeda motor.
Sementara itu, suasana duka juga menyelimuti area Panggreman Gang 2, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Di sanalah tempat tinggal Linda Pravita Sari, salah satu korban laka laut di Pantai Batu Bengkung. Jawa Pos Radar Mojokerto sempat menemui Mustofa Haris, ayah Linda. Pria berusia 47 tahun itu mengaku mendapat kabar bila putri sulungnya menjadi korban kecelakaan air di Pantai Batu Bengkung sekitar pukul 12.00.

Dari informasi yang dia dapat, anaknya bersama enam tetangganya sudah berangkat ke Kabupaten Malang pada Selasa malam (25/5). ”Mumpung tanggal merah, liburan kabarnya,” terang dia.

Menggunakan mobil, rombongan bertolak ke Kabupaten Malang sekitar pukul 24.00. Mereka langsung menuju destinasi utama, yakni di Pantai Batu Bengkung, untuk mengejar momen sunrise atau matahari terbit.

Putrinya bersama tetangga-tetangganya sempat berfoto-foto di bibir pantai. Hal itu diketahui Mustofa dari status WhatsApp (WA) putrinya. ”Ndak nyangka ternyata tadi siang (kemarin) ada kabar katanya keseret ombak,” tuturnya. Jenazah putrinya pun baru tiba di rumah duka pada malam hari. (ulf/ori/c1/by/fia)
Editor : Shuvia Rahma
#kecelakaan air #Pantai Batu Bengkung