Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkab Malang Ancang-ancang Revitalisasi Pasar Tradisional

Shuvia Rahma • Minggu, 29 Agustus 2021 | 19:30 WIB
Pedagang Pasar Lawang, Kabupaten Malang menata barang dagangan sambil menunggu pembeli. (Darmono/Radar Malang)
Pedagang Pasar Lawang, Kabupaten Malang menata barang dagangan sambil menunggu pembeli. (Darmono/Radar Malang)
KEPANJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berancang-ancang memperbaiki pasar tradisional. Anggaran revitalisasi itu sudah diusulkan ke pemerintah pusat.

Dalam usulan itu juga disertai alasannya. Salah satunya, revitalisasi dinilai mendesak karena bangunan di beberapa pasar di Kabupaten Malang sudah tua, sehingga banyak yang bocor saat musim hujan.

"Pasar kami ini rata rata dibangun di era tahun 1990-an. Jadi sudah tua. Sehingga kami mengajukan revitalisasi ke pemerintah pusat," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto kemarin.

Agung mengaku, sebenarnya pihaknya telah mengusulkan untuk dilakukan revitalisasi terhadap 11 pasar tradisional di Bumi Kanjuruhan. Usulan itu dilayangkan pada tahun 2020 lalu. Namun hingga kini tak kunjung ada kejelasan dari pemerintah pusat.

Meski begitu, tahun ini dia tetap mengajukan penambahan rehabilitasi terhadap 6 pasar tradisional lainnya. Sehingga dengan begitu ketika pemerintah pusat sudah menyetujuinya, semua pasar di daerah terluas kedua di Jawa Timur ini dalam keadaan bagus semua.

"Kami mengusulkan program rehabilitasi pasar ke Pemerintah Pusat. Pada 2020 lalu kami sudah mengusulkan 11 pasar, tahun ini kami usulkan lagi enam pasar," kata Agung.

"Yang terakhir kami ajukan lagi itu mulai Pasar Kepanjen, Pasar Lawang, Pasar Singosari, Pasar Turen, Pasar Pakis dan Pasar Pagak," tambah pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Di sisi lain, Agung menyadari lambatnya pemerintah merespons pengajuan daerah. Agung menduga, saat ini pemerintah pusat juga kesulitan mengatur anggaran karena tersedot penanganan Covid-19. "Kami juga memahami kondisi saat ini. Semua (anggaran) diarahkan ke penanganan pandemi dan kesehatan. Namun kami terus mendorong Pemerintah Pusat untuk bisa secepatnya ada revitalisasi pasar di Kabupaten Malang," pungkas Agung. (fik/dan/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#pasar pakis #revitalisasi pasar #Pemkab Malang #pasar lawang #pasar tradisional