- BATIK SINGOSARI
Batik Singosari dilahirkan dengan motif-motif budaya lokal setempat. Seperti budaya religi yang tercermin dalam Candi Singosari sebagai tempat ibadah para leluhur yang diabadikan melalui batik Selendang Ken Dedes.
Batik-batik Singosari menjadi suatu ageman (pakaian) yang memberikan kenyamanan bagi umatnya untuk beribadah. Sekaligus dapat melindungi dari segala ancaman lingkungan sekitar maupun kesehatannya. Selain budaya religi, ada pula batik-batik dengan ciri khas topeng malangan yang mencerminkan karakter masing-masing. Mengaplikasikan model pewarnaan abstrak ter-in saat ini, yaitu tie dye, membuat Batik Singosari tak ketinggalan jaman. (*)
- HANYY COLLECTION
Pandemi Covid-19 mendatangkan peluang usaha bagi Hanny Collection. Yaitu dengan memproduksi masker kain. Ada dua model yang ditawarkan kepada konsumen, duckbill dan tiga dimensi atau 3D yang terdiri dari tiga lapis. Ada pula model burkat empat lapis dengan sedikit asesori bunga. Untuk warna serta motif, bisa memilih sesuai selera. Sedangkan soal harga, cukup bersahabat. Dengan masker Hanny Collection, tidak hanya sehat jiwa raga, tetapi juga sehat di dompet. (*)
- BATIK SENGGURUH
Batik Sengguruh lahir dari sebuah harapan untuk bisa berbagi dan membesarkan sebuah madrasah yang memiliki cita “Mengabdi untuk Negeri”. Memberdayakan masyarakat penyandang disabilitas, lansia dan ibu rumah tangga usia produktif, Batik Sengguruh hadir untuk melestarikan warisan adiluhung nusantara “Batik Indonesia” .
Beberapa produksi Batik Sengguruh adalah masker ecoprint hijab serta masker batik hijab (headlopp karet) yang fashionable, dikerjakan secara handmade, terbuat dari katun premium (halus dan dingin).
Karya Batik Sengguruh telah menggema di Malang Raya, bahkan Indonesia karena filosofi tinggi yang diusung. Seperti batik tulis dengan motif matahari yang melambangkan semangat, kehangatan dan kebahagiaan. Ragam desain dan motif dituangkan pula untuk batik-batik shibori maupun ecoprint. (*)
Pewarta: JPRM - Neny Fitrin Editor : Farik Fajarwati