Jika dirinci, sepanjang 20 kilometer jalan di Bumi Kanjuruhan rusak parah. Sementara 314 kilometer lainnya rusak sedang dan sisanya sepanjang 83 kilometer mengalami kerusakan ringan. Dengan demikian, total panjang jalan rusak di Kabupaten Malang mencapai 417 kilometer.
Sebagai informasi, pada tahun 2020 dan 2021 lalu sebenarnya DPUBM sempat mendapatkan alokasi anggaran. Tapi terpangkas akibat refocusing (pengumpulan anggaran untuk covid-19), sehingga perbaikan jalan terpaksa ditunda.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang Romdhoni mengatakan, meski sempat tertunda, akhir tahun ini pihaknya memastikan sebagian besar jalan rusak akan segera diperbaiki. Hal ini menyusul adanya plotting anggaran baru dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2021, September lalu. Nominalnya mencapai Rp 55 miliar.
”Prioritasnya untuk perbaikan jalan penghubung antar desa. Tapi tidak sama dengan jalan yang di handle oleh ADD (Anggaran Dana Desa)," ujar Romdhoni saat dijumpai Senin (8/11).
Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu menjelaskan, pihaknya memang banyak menerima keluhan tentang jalan rusak. Sebelum adanya penambahan anggaran melalui PAK, Romdhoni mengaku tidak bisa membenahi.
Disinggung mengenai banyaknya jalan yang rusak tersebut, dia mengatakan bahwa skema perbaikannya akan mengacu pada musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
”Sehingga plotting ini kami gunakan untuk memenuhi sebagian dari musrenbang yang tertunda kemarin," imbuhnya
Dia juga mengatakan, meski dana hasil PAK ini baru diberikan sekitar September lalu, pihaknya tetap optimistis dapat menyerap anggaran 100 persen. Sehingga sebelum tutup buku nanti, seluruh jalan rusak yang jadi prioritas pembebanan pada tahun ini sudah bisa tergarap sepenuhnya.
”Kami lakukan merata, hampir di seluruh kecamatan. Ada yang berupa peningkatan jalan dan ada yang hanya penambalan jalan berlubang," kata dia.
Terpisah, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengaku terus mendorong dinas terkait untuk segera menyelesaikan program kegiatan sebelum tutup buku. Menurut Didik, jalan adalah akses utama yang setiap hari dipergunakan masyarakat untuk mobilitas. Sehingga hal ini diharapkan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Yang seharusnya proyek (perbaikan jalan) itu dilaksanakan pada tahun 2020 lalu, karena Covid anggarannya terpangkas. Maka saat ini kami sedang menyelesaikan itu," imbuhnya.
Mantan ketua DPRD Kabupaten Malang itu juga menekankan agar DPUBM mendahulukan perbaikan atau peningkatan jalan di jalur strategis perdagangan, seperti Karangploso, Singosari, dan Gondanglegi. "Tentunya akan ada prioritas. Intinya yang berhubungan erat dengan PEN (pemulihan ekonomi nasional) itu nanti yang akan diutamakan," pungkas Didik. (fik/dan/rmc) Editor : Farik Fajarwati