“Mudah-mudahan esensi penerbitan resi gudang dan pem- biayaan SRG ini akan terdistribusikan dengan baik. Utamanya kepada para petani dan juga para pelaku usaha serta industri komoditas pertanian. Harapannya, bisa terdistribusi secepatnya,” ucap Bupati Malang H M Sanusi di Krebet Bululawang, kemarin.
Dia menerangkan, komoditas pertanian memiliki ciri khas. Yakni berumur terbatas dan dipanen pada waktu tertentu. Kemudian, produk pertanian mempunyai harga fluktuatif, serta sangat di- pengaruhi kurs internasional. Komoditas pertanian diikat sistem dan mekanisme perdagangan tersendiri.
Dengan resi gudang, komoditas pertanian bisa menjadi jaminan untuk kredit. Menurut Sanusi, ini akan memudahkan petani dalam mengakses tambahan modal. Komoditas unggulan di Kabupaten Malang pun bisa mendapatkan saluran pembiayaan yang menguntungkan.
Resi gudang menjadi dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang yang diterbitkan pengelola gudang. Keunggulan pinjaman skema Sistem Resi Gudang (S-SRG) adalah suku bunga ringan, bebas biaya provisi dan administrasi. Bank pertama yang menerbitkan SRG di Kabupaten Malang adalah Bank Jabar (Bjb).
Sasarannya adalah para petani, kelompok tani, gapoktan dan koperasi. Sanusi berharap masyarakat Kabupaten Malang dapat ber- partisipasi secara aktif men- dukung upaya-upaya seperti ini. ”Sehingga, resi gudang benar- benar membuahkan hasil yang maksimal. Terutama, mening- katkan siklus ekonomi petani,” tambahnya.(fin/nay) Editor : Mardi Sampurno