Deretan pantai di pesisir Malang Selatan menyimpan keindahan paripurna. Memang butuh effort lumayan jika ingin menikmatinya via jalur darat. Seperti apa keelokan pesisir pantai itu saat dilihat dari udara?
LUAR BIASA. Dua kata ini terlontar dari Tommy Haditya, pilot pesawat Cessna 172, begitu landing di landasan Lanud Abd. Saleh, Pakis, Kabupaten Malang. Dirinya sangat terkesan dengan penerbangan selama sekitar satu jam di atas langit pesisir pantai selatan Kabupaten Malang, Minggu (28/8).
Ya, akhir pekan lalu, Tommy bersama pilot Eko Rohmat F dan seorang koleganya Bakti Riza Hidayat mengadakan penerbangan khusus untuk melihat keindahan gugusan seribu pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia itu. Mereka take off dari Lanud Abd. Saleh sekitar pukul 10.30 WIB. Pesawat dengan nomor lambung PKS L 0101 itu pun mengudara dan membelah awan. Pantai modangan menjadi lokasi pertama yang dinikmati dari udara. Tidak hanya berputar-putar di atas kawasan yang terkenal dengan spot paralayang itu, sesekali pesawat latih itu bermanuver di antara tebing-tebing
tinggi. “Jantung saya benar-benar diuji. Meski menegangkan, namun terbayar dengan bagusnya pemandangan,” ucap Bakti. Dia pun baru menyadari ada banyak ”surga” tersembunyi di pesisir Malang Selatan.
Puas menikmati pantai Modangan, Tommy mengarahkan pesawat ke pantai-pantai lainnya. Mulai dari Kondang Merak, Batu Bengkung, Parang Dowo, Sendangbiru hingga Pantai Licin. Atraksi cukup lama dilakukan di atas Pantai Balekambang. Sekitar pukul 12.05, pesawat yang mengudara dari sisi barat itu melintas di atas Pura Ismoyo -tempat persembahyangan umat Hindu- yang menjadi ikon Balekambang. Begitu tiba di sisi timur, mereka kembali lagi ke sisi barat, ke timur lagi, lalu terbang meninggalkan pantai. Pengunjung yang siang itu memadati Balekambang pun sempat riuh karena Cessna 172 tersebut melintas cukup rendah. “Wisata pantai melalui jalur darat bagi masyarakat sudah cukup biasa. Yang tidak biasa adalah melalui udara,” kata Eko. Potensi ini yang harus ditangkap pemerintah daerah, karena view yang disuguhkan benar-benar eksotis. (nen/nay) Editor : Mardi Sampurno