Menurutnya, Desa Baturetno tengah bersiap menyediakan paket tur wisata minat terbatas. Pengunjung yang datang akan disajikan wisata budidaya kopi dari hulu ke hilir. Wisatawan juga akan diajak mengenal Desa Baturetno.
Mulai dari budaya, alam, dan potensi wisatanya. Beberapa spot wisata sudah dimasukkan dalam konsep tersebut. Yaitu, Gua Payung, Sumber Kotes, produk UMKM lokal serta industri kayu kopi. Tujuan utama paket wisata ini adalah mem-branding ulang Desa Baturetno dan kopinya.
Dari sisi potensi, tambah Sukirno, kopi Baturetno punya daya tarik khusus. Cerita sejarah menyertai keberadaan kopi di desanya. Konon, kopi Baturetno ditanam sejak Belanda masuk di Dampit. Pabrik kopi bernama Tretes Panggung 21 sempat berdiri. Itu sebelum ada taktik bumi hangus era agresi militer dan kemerdekaan Indonesia.
“Potensi Desa Baturetno 80 persen petani kopi. Kopi ini dulunya peninggalan Belanda. Keistimewaan kopi Baturetno pada tanahnya yang berkapur. Cocok ditanami pohon kopi. Selain itu, desa ini pelopor perdes petik merah kopi dan masa buka tutup panen kopi. Perdes ini berlaku sejak 1980-an,” sambung Sukirno.(fin/nay) Editor : Mardi Sampurno