Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Suwignyo menyatakan, perbaikan jembatan dilakukan untuk menghubungkan kawasan Jatirejoyoso dan Penarukan. ”Sehingga kami anggarkan di APBD 2022 dan saat ini sudah mulai pengerjaan,” kata Suwignyo kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Dari pantauan di lapangan, konstruksi jembatan sudah dibongkar. Material batu dan pasir menumpuk di sisi timur jembatan. Sisi timur merupakan wilayah Penarukan Kepanjen. Sedangkan, di sisi barat, adalah Jatirejoyoso. Jalur tersebut tak lagi bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.
Di kedua ujung jalan, terdapat pengumuman jalan sedang dalam perbaikan. Sepeda motor masih bisa melintas. Sebab, warga membangun jalur darurat di samping jembatan yang diperbaiki. Jalan darurat dari bambu hanya bisa dilewati sepeda motor. Pengendara yang berboncengan harus turun dari motor. Dari data LPSE Kabupaten Malang, jembatan Jatirejoyoso telah diumumkan lelangnya Juli lalu.
Pemenangnya CV Garuda Raya Wicaksono, asal Dilem Kepanjen yang mengajukan nilai Rp 550 juta. Suwignyo berharap rekanan sebaik-baiknya mengerjakan pembangunan jembatan. Dia juga mengharap jembatan bisa tuntas secepatnya. “Pemkab Malang menargetkan jembatan ini tuntas sebelum akhir tahun. Sehingga akses lalu lintas Jatirejoyoso-Penarukan bisa normal lagi,” tutupnya.(fin/nay) Editor : Mardi Sampurno