“Ini sebagai bentuk partisipasi Pemerintah Kabupaten Malang. Seluruh ASN di lingkungan Kabupaten Malang sampai perangkat desa wajib menggunakan seragam batik. Berlaku selama 5 hari kerja,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang Ricky Meinardhy.
Menurutnya, upaya ini bisa mengangkat potensi batik Kabupaten Malang. Selain itu, hal ini bertujuan agar para perajin atau pengusaha batik terus berinovasi. Sehingga, mereka bisa mengembangkan batik Kabupaten Malang sebagai warisan budaya. ”Ujungnya, nilai ekonomi juga meningkat,” terangnya. Untuk memperkuat dampak hari batik nasional, Pemkab juga menggelar acara Pesona Kreasi Batik. Event ini untuk memberi apresiasi kepada para perajin maupun pengusaha batik di Kabupaten Malang. “Untuk lokasi pelaksanaan acara ini adalah Museum Singhasari Kecamatan Singosari,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai 1 Oktober dengan menghelat pameran produk batik dan desain batik. Pesertanya adalah seluruh perajin batik se-Kabupaten Malang. Selain itu, ada lomba fashion show batik tingkat SLTP dan SLTA. Ada juga lomba fashion show batik ibu-ibu istri camat dan istri pimpinan OPD.
Ricky berharap hari batik nasional makin memperkuat imej batik asli Kabupaten Malang di level publik. Tujuan utamanya juga membangkitkan iklim yang ramah batik di Kabupaten Malang. Supaya, warga terbiasa mengenakan batik dan turut melestarikan corak tradisi asli Kabupaten Malang. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno