SUMAWE – Sebagian warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan masih kesulitan air bersih. Dampak banjir bandang pekan lalu membuat sumur bor milik warga dipenuhi lumpur. Setidaknya ada 50 sumur warga yang harus dikuras agar bisa dimanfaatkan lagi.
”Ada lebih dari 50 sumur. Semua sumur di dusun Tamban dan Tambakrejo memang terendam saat banjir,” kata Kades Tambakrejo Yonatan Saptoes kepada Jawa Pos Radar Malang.
Akibatnya, suplai air bersih di pesisir pantai terganggu. Selama ini, warga memang mengandalkan sumur bor untuk mendapatkan air bersih. Dengan sumur yang kemasukan lumpur, warga harus mencari air bersih di tempat lain. Perangkat desa melakukan penyedotan air setiap hari.
“Kami pakai pompa air. Setiap hari keliling dan mendatangi sumur-sumur warga. Teknisnya, kami masukkan selang ke dalam sumur, dan alat langsung menarik semua air bercampur lumpur. Saat ini kami sudah berhasil membersihkan sekitar 75 persen dari total sumur yang terdampak,” tandas Yonatan.
Dia menyebut, penyedotan berlangsung kurang lebih dua jam. Itu untuk sumur dengan kedalaman 8-10 meter. Yonatan menyebut, saat ini perangkat desa mengantisipasi adanya penyakit yang mungkin timbul pascabanjir. “Biasanya kalau sudah banjir begini, warga kami ada saja yang terkena penyakit gatal-gatal,” tandasnya.
Desa Tambakrejo termasuk kawasan yang terdampak banjir di Malang selatan. Bahkan, sebelum Desa Sitiarjo terendam, Tambakrejo sudah terkena banjir duluan pada awal Oktober lalu. Banjir melanda Kampung Raas, Desa Tambakrejo.
Banjir ini bercampur endapan lumpur. Sebab, kampung ini dekat dengan sungai. Setidaknya ada 30 rumah warga yang terdampak. Sepekan kemudian, banjir besar datang lagi. Kali ini, Tambakrejo, Sitiarjo dan berbagai desa di Kabupaten Malang turut terkena dampaknya. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno