Kemarin (30/10), para aktivis penyelamat penyu melakukan pembersihan di sekitar lokasi konservasi. Sutari, Ketua Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) menyatakan, musibah bencana banjir Malang selatan juga mengenai wilayah Pantai Bajulmati. ”Hari ini (kemarin) kami mulai lakukan recovery. Karena vegetasi di area konservasi penyu ikut terbawa arus. Contohnya, 160-an pohon cemara udang terbawa arus pada banjir 17 Oktober lalu,” kata Sutari kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Menurut Sutari, dampak banjir Malang selatan cukup masif di Bajulmati. Ratusan pohon tersebut terbawa sampai ke kawasan kondang, yaitu area pertemuan air asin dan tawar. Untungnya, banjir Malang selatan terjadi ketika tukik atau anak penyu sudah lahir dan dilepas ke pantai. “Selain vegetasi di sekitar area konservasi, pos pantau kami ikut terdampak. Pos yang baru saja rampung tahun 2022 ini terbawa arus dan lenyap,” kata Sutari. Menurut pria yang kesehariannya mengelola warung makan itu, sampah menjadi dampak banjir berikutnya.
Banyak sampah plastik dari atas yang terbawa ke Bajulmati. Sehingga, para aktivis penyu membuka rekrutmen relawan. Mulai 26-29 Oktober lalu sudah dibuka pendaftaran untuk bersih-bersih kawasan konservasi. Dalam aksi bersih-bersih perdana kemarin, puluhan relawan menjawab panggilan sukarela dari aktivis penyu di Bajulmati.
Mereka bekerja mulai dari 8 pagi sampai pukul 15.00 WIB. Selain bersihbersih, kelompok relawan ini juga menanam pohon bakau. “Ini sebagai upaya recovery Bajulmati usai terdampak banjir. Mangrove diharapkan bisa menjadi kekuatan benteng vegetasi di sekitar area konservasi,” tambahnya.
Sutari menerangkan, upaya bersihbersih ini bakal terus dilakukan. Tanam pohon untuk ikhtiar penguatan wilayah pendaratan penyu juga digeber. Sebab di Bajulmati, ada sekitar 22 titik pendaratan penyu yang akan bertelur. Di satu sisi, hujan dan kerawanan bencana masih bisa terjadi di Malang selatan.
Dengan ikhtiar tanam pohon mangrove, Sutari berharap area pendaratan penyu bisa selamat. “Ada 22 titik di sini. Pendaratan penyu berikutnya sekitar November Desember. Jumlahnya tidak banyak. Kemungkinan yang mendarat adalah penyu belimbing. Kami akan terus lakukan patroli,” tutup Sutari. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno