Pemkab Malang lewat Bappeda menjadi penyelenggara sayembara yang pendaftarannya sudah dibuka akhir pekan lalu (29/10). Perlombaan didukung Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Wilayah Malang dan Jawa Pos Radar Malang. “Sayembara desain arsitektur wajah Kepanjen ini bukan lomba biasa. Karena hasil desain pemenang diselaraskan dengan pembangunan Kepanjen sebagai Ibu Kota Kabupaten Malang. Ini akan menentukan tata letak, tata ruang dan estetika Kepanjen 5, bahkan 20 tahun ke depan,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto, kemarin. Tomie menegaskan, desain arsitektur wajah Kepanjen akan masuk Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Selain itu, desain perwajahan Kota Kepanjen ini juga akan diselaraskan dengan program pembangunan Kabupaten Malang hingga dua dekade mendatang.
“Kami juga akan selaraskan dengan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Malang. Usia RPJP adalah 20 tahun. Sehingga, desain arsitektur ini nantinya diharapkan menggambarkan wajah Kepanjen dua dekade mendatang,” tambah Tomie.
Untuk tahapan sayembara sudah dimulai dengan pengumuman pendaftaran 29 Oktober. Sementara untuk tahapan aanwijzing digelar 5 November mendatang. Sementara batas pendaftaran 19 November 2022. Setelah itu, panitia akan mulai menerima kiriman karya berupa softcopy dan hardcopy. Untuk softcopy, batas pengumpulan karya adalah 3 Desember 2022. Sementara, batas pengumpulan hardcopy pada 7 Desember. Proses penjurian sudah dimulai pada 4 Desember 2022.
Untuk dewan juri terdiri dari dua kelompok. Pertama, juri profesional yang terdiri dari Ar Achmad Deni Tardiyana. Selanjutnya, Ketua Kehormatan IAI Wilayah Malang Ar Sahirwan yang sekaligus tim profesional ahli Kabupaten Malang. Ketiga, Dwi Cahyono, budayawan, pendiri museum Tempoe Doeloe Malang dan Museum Panji.
Di sisi lain, juri kehormatan diketuai Bupati Malang H M. Sanusi beserta wakil ketua Didik Gatot Subroto yang juga Wakil Bupati Malang.
Selain itu, Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat yang juga Ketua Pimpinan Cabang Persatuan Insinyur Indonesia Kabupaten Malang juga menjadi juri. Terakhir, Tomie Herwanto turut menjadi juri kehormatan. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno