Pelepasan satwa dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur (Jatim) dan Marinir Puslatpurmar-4 Purboyo. Pelepasliaran digelar di Pantai Baruna yang masuk kawasan latihan tempur Puslatpurmar-4 Purboyo. “Satwa-satwa itu kami lepas di sekitar Bukit Barungu. Biasanya bukit ini menjadi tempat pembaretan prajurit marinir,” ujar Komandan Puslatpurmar-4 Purboyo Letkol Mar Lutfi Arif. Pihaknya mendukung keberlangsungan habitat untuk satwa liar. Dia menyebutkan, keseimbangan alam sekitar pantai Baruna harus dijaga. Sehingga, Marinir tidak hanya berlatih tempur, namun turut melindungi satwa-satwa di sekitar markas.
Letkol Marinir Lutfi mendukung penuh aktivitas pelepasan satwa di kawasan latihan tempur Marinir. Belum lagi, kawasan sekitar pantai Baruna termasuk kawasan hutan lindung. Marinir ingin memastikan satwa-satwa bisa terus menjalankan siklus kehidupan di dalam hutan.
Semua anggota AL mendapat instruksi dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL). Pelestarian alam adalah salah satu pesan dari Laksamana TNI Angkatan Laut Yudo Margono. “Kami diperintahkan agar bisa bersinergi dengan lingkungan. Serta melindungi alam yang ada di sekitar kami. Kebetulan kami juga beraktivitas di sini (Karang bolong). Kalau bukan kita yang turut menjaga, mau siapa lagi,” pungkas Letkol Marinir Lutfi. (fin/nay) Editor : Mardi Sampurno