Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UM Ciptakan Mesin Penggoreng Otomatis Bagi UMKM Malang

Indra Andi • Jumat, 4 November 2022 | 22:59 WIB
Photo
Photo
KABUPATEN MALANG - Perkembangan teknologi harus bisa memudahkan pekerjaan. Hal ini seperti yang dikembangan oleh Universitas Negeri Malang (UM). Mereka menciptakan mesin penggorengan otomatis untuk meningkatkan produksi makanan ringan UMKM di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh Muhammad Alfian Mizar, Mochammad Sholihul Hadi dan Samsul Hidayat.

Photo
Photo


Pengabdian masyarakat ini dilakukan karena makanan ringan seperti krupuk harus terus dijaga supaya matang dengan sempurna. Baik suhu, lamanya proses hingga membalikkan kerupuk harus dilakukan secara benar. Apalagi produksi makanan ringan dalam jumlah banyak tentu membutuhkan banyak tenaga dalam proses penggorengannya.

"UD Krupuk Lobster yang berlokasi di Talok Turen merupakan salah satu sentra penghasil kerupuk rambak di Malang," ucap salah satu Ketua Tim Muhammad Alfian Mizar. Namun dalam prosesnya masih menggunakan cara yang manual. Untuk menyelesaikan masalah tersebut harus diimplementasikan dengan mesin penggoreng otomatis.

"Keunggulan mesin penggoreng ini adalah adanya penghematan tenaga karena mitra tidak perlu menggoreng manual dengan spatula," tambahnya. Selain itu kerupuk bisa matang secara lebih merata.

Pengabdian masyarakat ini diawali dengan perancangan mesin menggunakan Computer Aided Design (CAD) sesuai analisis kebutuhan, dilanjutkan dengan pembuatan komponen mesin penggorengan otomatis. Wajan penggorengan berkapasitas 10 kg sampai 15 kg sekali masak, didukung dengan motor listrik sebagai penggerak sebesar 1/4 HP atau sekitar 200 watt. Mesin penggorengan ini juga dilengkapi dengan sistem pemanas berbahan dasar LPG.

"Prinsip kerja mesin penggorengan ini dilakukan dengan memasukkan minyak, lalu menyalakan sistem pemanas," imbuhnya lagi. Setelah itu menyalakan saklar sistem penggerak, maka penggorengan kerupuk akan dibantu dengan mesin hingga matang sempurna.

"Kesimpulannya dengan adanya pengabdian masyarakat ini, telah terwujud satu unit mesin penggorengan otomatis berkapasitas 10 -15 kg," tegasnya. Lalu terjadi transfer teknologi dan pengetahuan, khususnya tentang pengoprasian dan pemeliharaan mesin otomatis. Serta meningkatkan produktifitas mitra UD Kerupuk Lobster Talok Turen hingga 30 persen. (fif) Editor : Indra Andi
#Universitas Negeri Malang #UD Kerupuk Lobster Talok Turen #mesin penggoreng otomatis