Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Desain Ramah Difabel, Terinspirasi Sumber Air hingga Syphon Kolonial Belanda

Mardi Sampurno • Senin, 19 Desember 2022 | 19:48 WIB
FILOSOFI AIR : Wismu Sadono (kanan) menerima hadiah dan penghargaan dari Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya sebagai pemenang juara Harapan 1.
FILOSOFI AIR : Wismu Sadono (kanan) menerima hadiah dan penghargaan dari Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya sebagai pemenang juara Harapan 1.
Para Juara Sayembara Arsitektur Penataan Koridor Jalan Kepanjen, Ibu Kota Kabupaten Malang (4)

“SELAIN dilewati sungai besar, Kabupaten Malang memiliki dua peninggalan yang berkaitan dengan elemen air. Yaitu Pertirtaan Watu Gede dan Syphon Metro,” jelas Wismu dalam paparannya. Pertirtaan Watu Gede merupakan mata air yang menjadi pemandian Raja dan Putri Kerajaan Singosari. Sementara, Shypon Metro merupakan jalur irigasi berupa dua pipa raksasa yang dibangun pada zaman kolonial.

Dua situs ini menjadi buah ide pendukung gagasan konsep interaksi manusia dengan air serta alirannya. Maka, desain Banyu Mili dianalogikan dengan koridor jalan Kepanjen yang memanjang sekitar 7,2 kilometer.

Pada pertigaan Jalibar, Wismu memunculkan skywalk atau jalan layang sebagai penanda area titik awal koridor. Simbol selamat datang ditempatkan sebagai vista pada sisi utara tepat jalur masuk dari arah Malang. Pada skywalk terdapat dua area gardu pandang. Penempatannya disesuaikan dengan titik pantauan Gunung Kawi dan Gunung Semeru. Perancangan ramp atau pagar disesuaikan dengan elevasi yang nyaman bagi penyandang disabilitas. Di jalur layang ini, juga tersedia papan pariwisata, saluran irigasi dan penyaringan air agar jernih. Titik kedua berada di perempatan Kepanjen. Kawasan ini merupakan zona perkantoran, zona perdagangan dan jasa pada layer pertama. Zona satu tersebut berbatasan dengan jalan. Sementara, zona permukiman berada pada layer kedua. Karakter lalu lintas pada kawasan ini cukup padat dengan kecepatan sedang. Maka, disediakan tempat parkir untuk mobil dan motor.

Titik 3 terletak di pertigaan jembatan Jalan Panji PLN. Titik ini merupakan area transisi dari ruang jalan dengan karakter lalu lintas padat menuju ke karakter sedang. Serta menjadi area untuk memasuki wilayah pemerintahan Kabupaten Malang. Sementara titik ke empat adalah kantor Bupati di Pendapa Panji. Terdapat ruang terbuka hijau dan halaman pendapa yang didesain sebagai shared area. Desainnya juga dibuat ramah penyandang disabilitas. Sedangkan di sisi timur terdapat saluran irigasi menggunakan prinsip riverfront sidewalk dan penyaringan air. Terakhir, titik 5 adalah Stadion Kanjuruhan. Areanya terbagi menjadi dua. Sisi timur gerbang utama menjadi area plaza dan ruang memorial. Sementara, sisi barat gerbang utama menjadi plaza dan area penataan PKL. Kedua plaza diberi stage amphitheatre dengan kanopi besar untuk area berteduh dan beristirahat. Elemen air berupa kolam refleksi disebar di beberapa titik.

“Konsep Banyu Mili menganut prinsip flow dengan penerapannya pada desain berupa bentuk smooth edging. Prinsip ini sejalan dengan konsep ramah anak. Konsep desain juga berfokus pada poin-poin identitas, edukatif, aksesibilitas, berkelanjutan, dan place making,” tutupnya. (fin/nay). Editor : Mardi Sampurno
#Sayembara Arsitektur Koridor Kepanjen #Juara harapan 1 #Kabupaten Malang #Sayembara desain perwajahan Kepanjen