Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bermasalah, Objek Wisata Candi Ganter Mangkrak

Mardi Sampurno • Rabu, 28 Desember 2022 | 04:55 WIB
MANGKRAK: Fasilitas rumah makan di objek wisata Candi Ganter Ngantang, Kabupaten Malang terbengkalai dan sem akin rusak.
MANGKRAK: Fasilitas rumah makan di objek wisata Candi Ganter Ngantang, Kabupaten Malang terbengkalai dan sem akin rusak.
Kepala Desa Telanjur Meminjam Modal Rp 100 Juta ke Koperasi

NGANTANG - Kenekatan Pemerintah Desa (Pemdes) Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang membuat objek wisata Candi Ganter tanpa perjanjian kerja sama (PKS) membawa petaka. Wisata yang berlokasi di Dusun Gagar, Desa Tulungrejo itu kini tak bisa beroperasi. Padahal pembangunannya sudah menelan biaya sebesar Rp 173 juta.

Pembangunan objek wisata Candi Ganter sendiri dilakukan pada Desember 2021 lalu, menggunakan pos anggaran pendapatan asli daerah (Pades) senilai Rp 73 juta. Selain menggunakan Pades, pembangunan objek wisata itu juga memakai biaya pinjaman dari koperasi sebesar Rp 100 juta. Ini untuk menambah fasilitas kolam renang. Sekalipun begitu, belum ada perjanjian kerja sama) antara Pemdes Tulungrejo dan Perhutani.

Mengingat lahan yang dimanfaatkan ini merupakan kawasan hutan. Dengan belum adanya PKS, hingga akhir tahun 2022 ini tempat itu tak bisa beroperasi dan akhirnya mangkrak. Kades Tulungrejo Mulyadi mengatakan, pihak Pemdes telah mengajukan dokumen perizinan pemanfaatan kawasan hutan sejak 2020 lalu. Pengajuan perizinan diberikan kepada Perum Perhutani KPH Malang. “Sejak diajukan itu, hingga kini belum ada PKS. Kami mengakui itu.

Namun, kami berinisiatif membangun di lahan itu karena pihak Perhutani memperbolehkan, disampaikan secara lisan. Katanya, boleh dibangun dulu sembari nunggu PKS terbit,” ungkap Mulyadi. Sementara itu, jika bisa digambarkan, pembangunan objek wisata Candi Ganter pun tampak asal-asalan, memakai material bambu dan kayu. Material bambu juga sudah lapuk, sehingga membahayakan pengunjung jika tempat itu dioperasikan.

Bahan bambu itu dibuat untuk pembangunan rumah pohon serta jalur penghubung. “Pemilihan bahan itu untuk menghemat anggaran. Rencana awalnya kan dibuka pas akhir pekan saja, Sabtu-Minggu,” ujar Mulyadi. Lebih lanjut dia menerangkan, di kawasan hutan lindung itu dibangun kolam renang permanen. Mulyadi mengatakan, biaya pembangunannya memakai uang pinjaman koperasi sebesar Rp 100 juta atas nama dirinya. “Karena sudah dikunjungi bupati, akhirnya saya memutuskan membangun kolam renang di lahan hutan.

Apalagi Perhutani sudah memperbolehkan secara lisan. Sambil dibangun sambil nunggu PKS terbit” terangnya. Saat dikonfi rmasi, Asper Perhutani KBKPH Ngantang Supriyanto mengakui jika pembangunan wisata Candi Ganter di atas lahan hutan itu belum memiliki PKS dengan Perhutani. Pihak Perhutani belum melakukan penindakan terkait hal itu. Meskipun sudah ada perubahan fungsi pemanfaatan ruang hutan. “Kami belum mengecek ke situ. Tidak tahu kalau ada pembangunan beton untuk kolam renang. Kalau betul begitu, pasti akan dibongkar karena merusak fungsi hutan,” tandasnya. (adk/lid) Editor : Mardi Sampurno
#Objek Wisata Candi Ganter Mangkrak #Pemerintah Desa (Pemdes) Tulungrejo