Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sumber Jenon Kelimpungan, Boonpring Bangkit

Mardi Sampurno • Kamis, 29 Desember 2022 | 17:44 WIB
SEJUK: Pengunjung di Sumber Jenon Desa Gunung ronggo, Kecamatan Tajinan masih terlihat sepi hingga, Selasa (27/12).
SEJUK: Pengunjung di Sumber Jenon Desa Gunung ronggo, Kecamatan Tajinan masih terlihat sepi hingga, Selasa (27/12).
Objek Wisata Desa Tidak Semua Ramai di Libur Nataru

KABUPATEN – Momen libur Natal dan tahun baru (Nataru) tidak serta merta berimbas baik bagi objek wisata desa di Kabupaten Malang. Salah satu contohnya di wisata kolam renang Sumber Jenon, Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Objek wisata ini belum merasakan dampak libur Nataru. Karena meski libur Natal sudah berlalu, kunjungan per hari di objek tersebut hanya antara 50 hingga 60 orang. Sedangkan jumlah pengunjung hari biasa kisaran 80 orang dan di akhir pekan mencapai 150 orang. Sedangkan pada libur Natal lalu tidak ada peningkatan berarti.

Itu membuat pengelola badan usaha milik desa (BUMDes) Gunungrejo kelimpungan. “Uang yang kami setorkan ke BUMDes 20 persen dari hasil pengunjung. Jika pengunjung sepi begini terus bagaimana?” kata Achmad Sholeh pengelola unit usaha BUMDes Lumbung Argo Tirto Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Selasa (27/12) kemarin.

Menurut dia, biasanya kolam renang itu menyumbang Rp 9 juta hingga Rp 11 juta setiap tahun. Namun, belakangan ini sejak pandemi Covid-19 melanda, pendapatan dari kolam renang itu anjlok.

Berbeda dengan tahun 2019 lalu, omzet yang ia terima dari penjualan tiket mencapai Rp 89 juta. Sedangkan di tahun 2020 naik menjadi Rp 193 juta. “Tapi tidak lama ada pembatasan. Dan berimbas pada tahun 2021 ini menurun menjadi Rp 70 juta saja per tahun hasil kolam renang ini,” tutur dia.

Makanya, di tahun 2022 ini, pihaknya khawatir. Namun ia mulai merangkak dengan menggencarkan media sosial sebagai pengikat pengunjung. Seperti rajin pasang foto, promosi dan sebagainya.

Ia melanjutkan, di libur Natal ini Achmad sudah menargetkan tanggal 24-25 Desember pengunjung akan naik. Namun, patokan itu meleset. Nyatanya pengunjung masih sama seperti pada hari biasa walaupun pembatasan pengunjung sudah tidak diberlakukan seperti pada tahun sebelumnya. “Kemungkinan cuaca yang menjadi penyebab. Karena akhir-akhir ini sering hujan. Masyarakat malas keluar,” kata dia.

Berbeda dengan Sumber Jenon, Eco Wisata Boonpring Andeman, Desa Sanankerto, Turen sudah bangkit dari efek ekonomi pandemi. Bahkan ditargetkan peningkatan pengunjung di akhir tahun 2022 ini bisa mencapai 4-5 kali lipat.

“Kami prediksi bisa sampai 5.000 pengunjung di libur akhir tahun. Hari biasa, selama pandemi, kami masih dikunjungi 1.000 sampai 1.500 orang per hari,” kata Samsul Arifin, Direktur BUMDes Kerto Raharjo, Desa Sanankerto kemarin. Menurut Samsul, tekanan pandemi terhadap pariwisata belum reda sepenuhnya.

Memang, ekonomi secara umum meningkat. Tetapi, rutinitas kunjungan wisata belum 100 persen seperti sebelum pandemi. Samsul membandingkan, pada era Covid-19, jumlah kunjungan libur akhir tahun lesu. Dulu, di puncak popularitas Boonpring, pengunjung belasan ribu adalah pemandangan biasa.

“Rekor tertinggi adalah akhir tahun 2019. Kami bisa kedatangan tamu sampai 12 ribu orang sehari. Sekarang bisa 5.000 saja sudah bagus,” ujar Samsul. Dari pantauan, kawasan Boonpring masih beroperasi dengan sistem awal. Pengunjung membayar tiket Rp 10 ribu untuk bisa.

Danau dan perahu kayuh menjadi daya tarik utama. Perahu kayuh berbentuk angsa yang dapat memuat dua orang. Ratusan jenis tanaman bambu juga masih diandalkan untuk menarik wisatawan. Termasuk, wahana permainan air dan kolam renang yang tersedia di area bermain Boonpring.

Samsul optimistis, akhir tahun ini bisa menjadi katalis performa Boonpring tahun 2023. Sekaligus, mendorong peningkatan wisatawan luar daerah. (nif/fin/lid) Editor : Mardi Sampurno
#Wisata Pemandian Sumber Jenon #Libur Nataru 2023 #sumber jenon #Kabupaten Malang #liburan nataru