Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

40 Persen Jalan di Kabupaten Rusak

Mardi Sampurno • Senin, 2 Januari 2023 | 04:52 WIB
Camat Poncokusumo, Marendra Hengky Irawan, (tengah) dan Kapolsek Poncokusumo AKP M Lutfi Bersama Bagian Lapangan BMH Jatim gerai Malang, Supaat di Dusun Buntaran Belung Poncokusumo Malang, Rabu (15/7).
Camat Poncokusumo, Marendra Hengky Irawan, (tengah) dan Kapolsek Poncokusumo AKP M Lutfi Bersama Bagian Lapangan BMH Jatim gerai Malang, Supaat di Dusun Buntaran Belung Poncokusumo Malang, Rabu (15/7).
KABUPATEN- Problem jalan rusak tak hanya tersaji di Kota Malang saja. Di Kabupaten Malang juga masih banyak jalanan yang kondisinya tak representatif. Contohnya problem jalan berlubang di Jalan Industri, Wendit Barat, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis. Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, lubang di jalan itu cukup dalam. Diameternya sekitar 50 sentimeter. Posisi lubangnya berada di tengah dan di tanjakan jalur. Karena cukup membahayakan, warga sekitar menutup lubang itu dengan tanah dan tanaman. Tulisan ’awas lubang’ juga dicoretkan di aspal.

Kondisi itu menyulitkan semua kendaraan roda empat yang melintas. Terpantau dalam dua hari terakhir semua kendaraan dari arah utara harus mengambil haluan agak ke tengah. Bila ada kendaraan dari arah Sawojajar, maka mobil dari sisi utara harus berhenti di jalur tanjakan. Tak berlubang, sebagian aspal di Jalan Industri Wendit Barat juga mengelupas. ”Jelas berbahaya. Saya yang pengendara motor saja harus hati-hati kalau lewat sini,” ujar Tri Hadi, 55, warga Sawojajar. Kondisi serupa juga tersaji di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi.

Di salah satu bagian, aspal tampak mengelupas selebar jalan. Di tempat lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Suwignyo memastikan bila penanganan jalan rusak akan dimasifkan di 2023. ”Iya, untuk rehabilitasi total kami anggarkan tahun depan,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Malang. Sebagai gambaran, total jalan di bawah otoritas Pemkab Malang mencapai 1.600 kilometer. Dari total itu, 40 persennya mengalami kerusakan sedang dan berat. Dengan kata lain, tak kurang dari 640 kilometer jalan perlu direhabilitasi dan ditingkatkan (selengkapnya baca grafis). ”Tahun 2023, kami membidik setidaknya 30 persen jalan yang rusak berat dan sedang,” imbuh Suwignyo.

Menurutnya, persebaran kawasan jalan rusak berat dan sedang didominasi di Malang selatan. Kebanyakan jalur yang rusak berada di sirip-sirip Jalur Lintas Selatan (JLS). Karena itu, bus-bus besar tak banyak lalu lalang di kawasan itu. Dari pengamatan koran ini, jalur dari Kepanjen menuju Donomulyo masih perlu perbaikan. Sebab kerusakannya cukup parah. Kemudian, jalur dari Sumberpucung menuju Donomulyo juga perlu digerojok anggaran perbaikan. Selanjutnya, sejumlah jalan di Kecamatan Gedangan dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan juga banyak yang rusak.

Belum lagi di kawasan Tirtoyudo dan Ampelgading, yang sama-sama butuh anggaran perbaikan jalan. ”Yang utama tentu akses ke pantai-pantai di Kabupaten Malang,” tambah Suwignyo. Banyaknya jalan yang harus diperbaiki itu berbanding lurus dengan jumlah anggaran yang tersedia. Selain jalur selatan, terdapat jalan yang rusak karena bencana di bulan Oktober 2022 lalu. Sebagian kerusakan mengenai jalur kabupaten. Tetapi ada pula di jalan provinsi. Beberapa jalur provinsi terpantau telah diperbaiki. Misalnya jalan provinsi di Sumbermanjing Wetan menuju Sendangbiru.

Fondasi jalur itu sempat ambrol, sehingga ada aspal yang melorot. Jalur itu sudah diperbaiki dengan dana rehabilitasi dari Pemprov Jatim. Kemudian di kawasan Rajakwesi, Kecamatan Kalipare juga bernasib sama. Saat bencana, fondasinya ikut melorot. Itu diperparah dengan kondisi sebelumnya yang sudah rusak. ”Untuk kerusakan akibat bencana yang sangat parah seperti di Kalipare. Tapi kami tidak bisa pakai APBD karena anggarannya terlalu besar. Maka, kami pastikan seperti yang di Kalipare itu akan dibantu (pemerintah) pusat lewat APBN 2023. Nilai pagunya sebesar Rp 10 miliar,” papar Suwignyo. Dia tidak menampik ada pula jalur-jalur nasional dan provinsi yang rusak.

”Kalau itu sudah jadi ranah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali,” tambahnya. Beberapa jalan provinsi yang masih perlu ditangani ada di Kecamatan Turen menuju tapal batas Ampelgading. Terpantau, lubang jalan bertebaran di sekitar SMPN 1 Ampelgading sampai Koramil Ampelgading. Lubang jalan tersebut bergelombang. Sehingga perlu diratakan dulu sebelum diaspal hotmix. Suwignyo merinci, perbaikan jalan, drainase, dan jembatan di tahun 2023 mendapat plotting anggaran Rp 215 miliar. Dana itu juga untuk perbaikan dan pengaspalan total. Sementara, khusus untuk perbaikan rutin atau pemeliharaan jalan, Pemkab menyiapkan dana Rp 50 miliar. (fin/by) Editor : Mardi Sampurno
#jalan rusak #Kabupaten Malang