Menurut Ichwanul pihaknya mengajak stakeholder terkait untuk berkiprah dan menampilkan produk di arena CFD. Dia mengungkapkan, setidaknya ada dua konsep yang harus masuk dalam CFD Kepanjen. Pertama, konsep gerakan masyarakat sehat (Germas) milik Dinas Kesehatan. Germas akan disusun sesuai kearifan lokal Kepanjen. Senam dan olahraga lain yang memungkinkan bakal digerakkan di Kepanjen.
“Kedua, konsep CFD ini juga diharapkan menunjang UMKM. Tujuan utama adalah meningkatkan dan menggeliatkan perekonomian yang selama stagnan karena Covid. Sehingga, setelah olahraga, masyarakat bisa melihat produk-produk lokal. Semua akan ditampilkan di CFD Kepanjen,” jelasnya. Hanya saja, diakui Ichwanul sejumlah hal harus dipersiapkan sebelum meluncurkan CFD. Pertama menyangkut rute alternatif bagi pengguna jalan.
Kedua, penyekatan di tiga sisi lokasi CFD. Yakni, perempatan Kepanjen, pertigaan Kali Molek, serta perempatan Yonzipur. Ketiga, jalan masuk bagi warga masjid Baiturrahman Kepanjen tiap subuh.
“Termasuk memberi pengertian warga RT/RW setempat. Terutama bagi yang punya mobil. Kami tentu berharap warga setempat semangat mendukung,” tutur Ichwanul.(fin/nay) Editor : Mardi Sampurno