Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana menyatakan, pihaknya mengambil langkah agar kasus serupa tak terjadi di Kabupaten Malang. “Kejadian di Kantor BRI Kunir Lumajang jangan sampai terjadi di Kabupaten Malang. Kami akan buatkan langkah preventif agar hal tersebut bisa kita halau,” tegas AKBP Putu Kholis Aryana.
Langkah pencegahan dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unit satuan di Polres Malang agar waspada terhadap titik rawan kejahatan. Terutama kawasan perbatasan yang menjadi lalu-lalang para pelaku kejahatan. “Contoh kasus seperti perampokan rumah pejabat di Blitar, kemudian perampokan Bank BRI di Lumajang. Ini terjadi di perbatasan langsung dengan wilayah hukum Polres Malang. Artinya apa, jalur-jalur tikus yang berdekatan langsung dengan Kabupaten Malang akan kita tempatkan beberapa anggota Kepolisian,” jelasnya.
Selain mengandalkan Unit Opsnal Satreskrim, pihaknya juga melibatkan Unit Intelkam dan Satreskoba. Termasuk Sabhara dan seluruh jajaran polsek untuk aktif dan rutin melakukan patroli. Terutama pada jam rawan. “Tugas mereka mengawasi dan patroli di sejumlah titik daerah rawan kriminalitas. Apalagi menjelang Ramadan, sehingga kewaspadaan kami tingkatkan terutama kantor perbankan, toko emas dan Pegadaian,” urainya.
Untuk menciptakan kondusivitas di wilayah Kabupaten Malang, Polres Malang juga melibatkan satuan pengamanan yang menjaga bank, toko emas dan Pegadaian. (nif/nay) Editor : Mardi Sampurno