MALANG KABUPATEN – Musim giling 2023 telah dimulai di Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Kabupaten Malang. Ratusan truk tebu tampak antre bongkar muatan kemarin (11/4).
Panjang antrean sudah mencapai 2,6 kilometer. Antrean terakhir diperkirakan membutuhkan waktu tunggu selama tiga hari untuk bongkar muatan di dalam pabrik.
Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin siang, antrean truk itu berjajar di kanan kiri jalan utama yang menghubungkan Kota Malang dengan Kepanjen itu.
Paling ujung sudah berada di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji. Pihak keamanan pabrik terlihat terus berpatroli mengawasi para sopir untuk mengatur antrean.
Para sopir seperti sudah terbiasa dengan waktu tunggu yang lama itu. Sebagian tampak berkumpul dan bercengkerama. Lainnya tidur dengan alas seadanya.
Hafid, sopir truk di antrean terakhir siang itu mengaku harus bersabar. Dia tiba pada Selasa pagi (11/4), dan hingga kemarin masih belum tahu kapan bisa bongkar muatan.
Baca Juga : Pria Kebonagung Mendadak Tewas di Teras Warung Kopi.
”Biasanya antre tiga hari baru bisa bongkar,” ujarnya.
Dia menjelaskan, antrean yang cukup lama tidak hanya dialami para sopir saat berada di luar pabrik. Ketika truk mendapat giliran masuk, proses di dalam pabrik juga tidak singkat.
Masih harus antre lagi sepanjang malam, setelah itu baru bisa bongkar muatan. Hal yang sama diungkapkan Ridwan, sopir asal Asembagus, Situbondo.
Dia mengaku sudah sehari semalam berada di antrean. Ridwan tetap bersabar dan menjalankan ibadah puasa sambil menunggu truk mendapat giliran masuk pabrik.
”Para sopir seperti kami ini akan mendapat tambahan bayaran dari juragan masing-masing kalau ada tambahan hari untuk antrean,” ujarnya.
Tambahan bayaran itu sebenarnya untuk kebutuhan makan dan minum. Biasanya di kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu per kepala. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang, PG Kebonagung menjadi pabrik gula pertama di Jawa Timur yang memulai giling tahun ini.
Karena itu, truk tebu yang datang bukan hanya dari kawasan Malang saja.
Ada juga yang datang dari Probolinggo, Lumajang, Situbondo, dan beberapa wilayah lain di Jawa Timur.
Setelah Lebaran nanti, giling tebu juga akan dilakukan PG Krebet. (rb3/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana