Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kekeringan dan Krisis Air Meluas di Kabupaten Malang

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 2 Oktober 2023 | 22:00 WIB
Dropping air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan di Desa Klampok, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang
Dropping air bersih untuk warga yang mengalami kekeringan di Desa Klampok, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang
Sebulan, BPBD Dropping 1,54 Juta Liter Air Bersih

KEPANJEN - Kekeringan di Kabupaten Malang semakin meluas.

Pada awal September lalu hanya dua desa yang memerlukan distribusi air bersih.

Namun, pada pertengahan September, permintaan semakin bertambah menjadi enam desa.

Yakni Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Desa Jabung dan Kemiri wilayah Kecamatan Jabung, serta Desa Kedungbanteng dan Sumberagung, keduanya masuk wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Jika ditotal, mulai dari awal hingga akhir September, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sudah mendistribusikan sebanyak 1,54 juta liter air bersih.

“Hingga saat ini, kami belum bisa memastikan sampai kapan dropping air bersih dilakukan. Kami akan terus melakukan analisis berkala di lokasi-lokasi tersebut,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono.

“Namun, kalau tanggap darurat kekeringan sampai tanggal 31 Oktober nanti,” imbuhnya.

Setiap desa menerima distribusi air bersih yang berbeda, sesuai kebutuhan.

Desa Jabung, tepatnya Dusun Gunung Kunci menerima 15.000 liter dan Desa Klampok tepatnya Dusun Sumbul menerima 20.000 liter.

Dua desa tersebut mulai menerima distribusi air bersih sejak awal September.

Sedangkan, empat desa lainnya mulai menerima distribusi air bersih sejak pertengahan September.

Dengan rincian, Dusun Krisik, Desa Kemiri menerima 20.000 liter, Desa Kedungbanteng menerima 12.000 liter, Desa Sumbermanjing Wetan menerima 12.000 liter, dan Desa Sumberagung menerima 16.000 liter.

Kelapa BPBD Kabupaten Malang M. Nur Fuad Fauzi mengatakan, sebenarnya kekeringan di Kabupaten Malang sudah terjadi sejak awal Agustus lalu.

Sehingga, mulai dilakukan suplai air bersih ke beberapa daerah tersebut.

Sementara, berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, desa yang mengalami kekeringan sudah menurun drastis.

“Dari pengalaman, el nino terakhir pada 2019 lalu, ada 18 desa yang kekeringan. Sedangkan, tahun ini ada lima desa. Mudahmudahan tidak berkembang,” pungkasnya. (yun/nay)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#krisis air #kekeringan #Kabupaten Malang