MALANG - Perbaikan longsor di poros jalan kawasan Rajekwesi, Kalipare mulai dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Jumat (1/3), penanganan perbaikan jalur rusak karena ambrol itu diawali dengan penebangan pohon di sekitar titik longsor. Upaya tersebur dilakukan bersama-sama dengan pihak Perhutani.
"Sementara harus dilakukan penebangan dulu pohon yang berada di sekitar titik longsor agar bersih. Kesiapan teknis ini harus dilakukan, sambil menyusun perencanaan dan kebutuhan RAB-nya," terang Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma.
Untuk memastikan kondisi tanah yang mengalami longsor, pihaknya juga melakukan boring atau hari pengeboran di titik longsor dan sekitarnya. Tujuannya, menguji daya dukung tanah yang akan menjadi titik-titik konstruksi pernbaikan.
"Hari pengeboran dulu tanahnya, disertai test geolistrik guna mengetahui apakah ada aliran air di bawah permukaan jalan yang kondisinya sudah rusak tersebut," jelas Oong-sapaan akrab Khairul Isnaidi Kusuma.
Lebih lanjut dijelaskan, sebagai tindakan mitigasi bencana agar tidak terjadi longsoran baru di tempat lain maka dilakukan pengeboran dan test geolistrik di beberapa titik tidak hanya pada titik longsor yang terjadi saat ini. Tetapi juga di beberapa titik lain.
"Izin pinjam pakai kawasan hutan atau IPPKH sudah terbit 20 Januari 2023 dan sudah dilakukan pematokan oleh Perhutani," terangnya. "Jadi pohon yang ditebang hanya sebatas patok-patok dan sepanjang 110 meter untuk pelebaran jalan (menggeser geometri jalan) yang terkena longsor," tandas Oong. (Jprm2)
Editor : Neny Fitrin