Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kalangiwa hingga Durgandini Meriahkan Hari Raya Nyepi

Mahmudan • Sabtu, 9 Maret 2024 | 18:00 WIB
HARI BESAR: Warga Dusun Losari, Desa Sidorahayu, Kabupaten Malang membuat tiga ogoh-ogoh untuk perayaan Hari Raya Nyepi kemarin (8/3).
HARI BESAR: Warga Dusun Losari, Desa Sidorahayu, Kabupaten Malang membuat tiga ogoh-ogoh untuk perayaan Hari Raya Nyepi kemarin (8/3).

KABUPATEN - Besok (10/3), umat Hindu mulai memasuki rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi.

Salah satu persiapannya, mereka membuat ogoh-ogoh.

Umat Hindu di Dusun Losari, Desa Sidorahayu, Kabupaten Malang misalnya, membuat ogoh-ogoh.

Ada tiga ogoh-ogoh yang dibuat.

Yang utama merupakan karakter Kalangiwa. 

Kala menggambarkan sosok buta kala, sementara Ngiwa atau sisi kiri menggambarkan sifat buruk manusia.

Sedangkan dua ogoh-ogoh lainnya adalah Durgandini, sosok antagonis dalam kisah Anglingdarma dan kartun.

”Seluruh ogoh-ogoh yang dibuat memiliki tinggi kisaran empat meter,” kata salah seorang warga bernama Ari Priyanggono, kemarin (8/3).

Ari mengatakan, pembuatan ogoh-ogoh sudah berlangsung sejak Januari lalu.

Namun baru rampung kemarin.

Proses pembuatannya dibantu oleh masyarakat setempat.

”Termasuk anggaran pembuatan, kami patungan hingga terkumpul Rp 65 juta,” sebut dia.

Dengan anggaran tersebut, pihaknya membuat ogoh-ogoh menggunakan bahan sisa. Misalnya bambu, kertas koran, kertas semen, dan rotan.

”Paling banyak kami menghabiskan koran. Jumlahnya mencapai 50 kilogram,” imbuhnya.

Sementara semen biasanya diambil dari sisa-sisa pembangunan rumah.

Penggunaan bahan-bahan bekas sesuai rekomendasi dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Sebelumnya, pembuatan ogoh-ogoh menggunakan sterofoam.

”Tapi bisa merusak lingkungan, memunculkan asap hitam, dan berbau. Jadi diutamakan menggunakan bahan bekas,” jelas Ari.

Nantinya, seluruh ogoh-ogoh diarak pada 10 Maret depan.

Tepatnya pada prosesi Tawur Agung Kesanga atau upacara untuk kesejahteraan dan keselarasan alam. (mel/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kalangiwa hingga Durgandini #hari raya nyepi