KEPANJEN – Proses renovasi Stadion Kanjuruhan mendapat pengawasan sejumlah pihak.
Termasuk Komisi X DPR RI juga ikut memelototi proyek yang menyedot anggaran Rp 331,66 miliar tersebut.
Dengan anggaran perbaikan sebesar itu, fasilitas yang dimiliki Stadion Kanjuruhan harus memenuhi standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Hal itu diungkapkan Wakil Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih usai melihat progres perbaikan Stadion Kanjuruhan kemarin (14/3).
Selain didampingi tim PT Waskita Karya yang mengerjakan proyek renovasi, Bupati Malang H M Sanusi juga ikut hadir dalam peninjauan ke lapangan tersebut.
“Karena tidak ada lapangan untuk merayakan HUT Kemerdekaan bulan Agustus mendatang, nanti stadion ini setidaknya bisa digunakan sebagai venue upacara kemerdekaan,” ujar Fikri setelah meninjau area stadion.
Dalam kunjungan tersebut, dia juga menegaskan agar PT Waskita Karya melaksanakan pekerjaan renovasi Stadion Kanjuruhan sesuai dengan kontrak.
Termasuk melakukan pembangunan sesuai dengan catatan yang diberikan FIFA.
”Karena selain disesuaikan dengan standar Sertifikat Laik Fungsi (SLF), tujuan utama renovasi Stadion Kajuruhan ini adalah untuk memenuhi standar FIFA,” bebernya.
Sementara itu, Project Manager Stadion Kanjuruhan PT Waskita Karya Vino Teguh Pramudia mengatakan, di bulan Agustus mendatang, tahapan renovasi akan sampai 80 sampai 90 persen.
“Lapangan rumput dan track atletik saya pastikan sudah selesai. Sehingga, tinggal maintenance serta penyelesaian minor saja,” ujarnya saat ditemui di Stadion Kanjuruhan.
Hingga kemarin, Vino menyatakan tahap renovasi gelanggang olahraga terbesar se-Kabupaten Malang sudah mencapai 30 persen.
Bahkan pekerjaan struktur konstruksi stadion sudah hampir selesai.
“Kami mulai masuk ke pekerjaan tribun. Itu meliputi pemasangan kursi dan atap space frame di tribun barat,” kata dia.
Untuk diketahui, space frame yakni sistem konstruksi rangka ruang dengan sambungan antar batang menggunakan bola baja (ball joint).
Struktur rangka tersebut mudah dipasang, dibentuk dan dibongkar kembali. Sehingga pemasangannya lebih cepat.
Desain renovasi stadion yang diterima dari perencana dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sudah mengikuti guidelines dari FIFA.
Baik dari segi fasilitas maupun manajemen pengelolaan orang atau pengaturan penonton.
Sebagai contoh, tribun yang juga disediakan untuk penyandang disabilitas.
“Ketika renovasi tuntas, kapasitas stadion akan menjadi 21.700 kursi, 350 kursi di antaranya untuk penyandang disabilitas,” lanjutnya.
Itu sebagai bentuk pendisiplinan jumlah penonton, yakni dengan pemasangan jumlah kursi sesuai dengan kekuatan konstruksi dari bangunan Stadion Kanjuruhan.
(yun/nay)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana