SUMBERPUCUNG - Pemberian bantuan sosial (bansos) untuk anak yatim piatu terus dilakukan Pemkab Malang.
Kemarin (22/3), giliran 202 anak yang menerima bantuan yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Rinciannya, sebanyak 56 anak di Kecamatan Pagak; 58 anak di Kecamatan Donomulyo; 24 anak di Kecamatan Kalipare; 47 anak di Kecamatan Sumberpucung; dan 17 anak di Kecamatan Kromengan.
Masing-masing anak menerima santunan uang Rp 1 juta.
Sehingga, jika ditotal, Rp 202 juta digelontorkan untuk bansos tersebut.
“Bantuan ini diberikan kepada anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang berusia di bawah 16 tahun,” ujarnya.
Baca Juga: Koruptor Bansos Tumpang Malang Diganjar 4,5 Tahun Penjara
Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada anak-anak ke masing-masing kecamatan melalui PT Pos Indonesia.
Sehingga, uang yang diterima dijamin utuh, yakni sebesar Rp 1 juta.
Uang tersebut diberikan secara tunai.
Bahkan, penerima dapat melihat langsung ketika petugas menghitung uang tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki menyebutkan, bansos tersebut khusus bagi anak-anak yang belum menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Kemudian, anak-anak tersebut juga terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Menurut Keputusan Menteri Sosial (Mensos) nomor 146/HUK/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu, terdapat 11 kriteria fakir miskin dan orang tidak mampu yang masuk dalam pendataan.
Di antaranya pengangguran atau mempunyai pekerjaan tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, sebagian besar pengeluaran hanya untuk memenuhi konsumsi pokok yang sangat sederhana.
“Kalau di Kemensos, yang dibantu ada sekitar 1.700 anak. Mereka per bulan menerima Rp 200 ribu,” ujarnya.
Sedangkan, bantuan dari Pemkab Malang diberikan satu tahun sekali untuk 4.400 anak dengan nominal Rp 1 juta untuk masing-masing anak.
“Kebetulan, ini diberikan saat Ramadan,” lanjutnya.
Sementara itu, pemberian bansos untuk anak yatim piatu akan dilaksanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama untuk 1.807 anak yang diberikan mulai Maret.
Kemudian, tahap berikutnya diberikan pada pertengahan hingga akhir tahun.
Itu diberikan kepada 2.593 anak lainnya. (yun/nay)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana