KEPANJEN – Menjelang Lebaran, minat masyarakat untuk menukarkan uang relatif tinggi. Itu terlihat dari menjamurnya jasa penukaran uang baru. Salah satunya di Jalan Sultan Agung, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Salah satu penyedia jasa penukaran uang baru, Martono mengatakan, dia bisa menghabiskan Rp 40 juta dalam dua sampai tiga hari. ”Kalau pas ramai ya dua hari sudah habis,” tutur pria 53 tahun itu.
Dia menyediakan uang baru pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 hingga Rp 20.000. Setiap harinya ia terbiasa melayani sekitar 40 orang. ”Belakangan ini stabil,” terangnya.
Martono mengaku sudah membuka jasa penukaran uang baru sejak beberapa tahun silam. Berdasarkan pengalamannya, antusias masyarakat menukar uang baru meningkat sejak H-2 menjelang Lebaran.
Dia mengatakan, bank juga menyediakan uang baru. Tapi masyarakat lebih jasa penukaran uang jalanan lantaran tidak mau antre atau ribet. ”Kalau menukarkan uang ke BI (bank Indonesia) dan harus antre,” kata dia.
Ia menambahkan, warga Malang selatan cenderung melakukan penukaran uang baru dalam jumlah besar. Sekali menukarkan, nominalnya mencapai tiga sampai empat juta rupiah. “Seperti Pagak dan Sumbermanjing Wetan, banyak yang menukarkan uang baru,” papar Martono.(zal/dan)
Editor : Mahmudan