Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Setelah Relokasi, Omzet Pedagang Stadion Kanjuruhan Malang Merosot  

Mahmudan • Sabtu, 20 April 2024 | 23:04 WIB

 

TERDAMPAK RENOVASI: Beberapa kios di area relokasi yang disediakan untuk pedagang Stadion Kanjuruhan tutup kemarin (19/4). Mereka mengeluhkan sepinya pembeli.
TERDAMPAK RENOVASI: Beberapa kios di area relokasi yang disediakan untuk pedagang Stadion Kanjuruhan tutup kemarin (19/4). Mereka mengeluhkan sepinya pembeli.

 

 

KEPANJEN – Renovasi stadion kanjuruhan berdampak bagi pedagang. Setelah menempati area relokasi, beberapa pedagang mengeluh lantaran sepinya pembeli. Mereka menduga, minim pembeli lantaran lokasinya terlalu ke dalam, yakni di selatan stadion.

Setidaknya, itulah yang dirasakan Nanang. Pedagang berusia 38 itu mengaku omzetnya merosot dibanding saat menempati kios stadion, sebelum direnovasi. ”Kalau dibandingkan antara sebelum dan sesudah renovasi, penurunan omzet ya sampai 40 persen,” ujar Nanang ditemui di area relokasi kemarin.

Untuk diketahui, mulanya pada pedagang berjualan di kios. Lokasi kios menempel dengan gedung stadion. Tapi saat Stadion Kanjuruhan direnovasi, para pedagang tersebut diboyong ke pasar relokasi. Tepatnya di sisi selatan stadion Kanjuruhan, sehingga makin jauh dari keramaian. Itu karena jalan utama berada di sisi utara stadion. Setelah nanti renovasi rampung, para pedagang dijanjikan akan dibangunkan kios baru.

Nanang berharap agar renovasi segera rampung, sehingga dia bersama pedagang lainnya bisa menempati kios baru. ”Saya pernah mendengar kabar bahwa nantinya kios bakal ditempatkan di sisi timur stadion. Tempat tersebut sudah cukup strategis dibandingkan dengan yang ada saat ini,” kata dia.

Pedagang lainnya, Bustomi, juga mengeluhkan sepi pembeli. Sebelum direlokasi, dia mengatakan, kiosnya tak pernah sepi pembeli. Setidaknya selalu ada yang nongkrong, baik sore maupun pagi hari. Sementara saat ini sering sepi. ”Untuk mendapatkan omzet Rp 100 ribu saja sangatlah susah,” keluhnya.

Jika nanti dibangun kios baru, dia berharap lokasinya berada di dekat jalan utama stadion. Sehingga akses kios lebih strategis dan diharapkan lebih banyak pembeli yang datang. Bustomi juga berharap segara ada pembangunan kios sehingga pedagang dapat berjualan dengan normal kembali.(iza/dan)

Editor : Mahmudan
#stadion kanjuruhan #pedagang sepi pembeli #malang